Pemaksaan Perspektif

Betapa sering kita memaksakan perspektif kepada orang lain? Seolah kita bisa memetakan detail yang mereka hadapi dan memberi komentar seolah kita adalah orang yang paling mengerti situasi. Hingga pada akhirnya, hanya ada satu kata: kontraprodutif. Apa yang suarakan sama sekali tak berefek apa-apa, sama sekali tak membantu, malah mungkin yang ada adalah kekesalan dari orang yang terkena perspektif itu.

Kita berharap memberi solusi, tapi orang tersebut tak menjumpainya. Yang ada hanyalah pemaksaan perspektif: “Kok hari gini kamu masih mengalami situasi begitu? Aku nggak lho!”, padahal bukan urusan si “kamu” kalau si “aku” tidak mengalami problem tersebut, kalau si “aku” tidak mengalami masalah tersebut ya tetap saja faktanya si “kamu” sedang mengalami problem tersebut.

Membandingkan tidak akan menyelesaikan problem, malah yang ada adalah—sekali lagi—pemaksaan perspektif, seolah kita bilang, “Kalau aku saja tidak mengalami masalah tersebut, kenapa kamu mengalaminya?”, atau, “Lihat aku dong, aku tidak pernah mengalami masalah seperti kamu.”

Semua orang memiliki dan menghadapi situasi yang berbeda di setiap detik hidupnya, tidak ada yang sama, begitupun masalah-masalah yang muncul dalam kehidupannya. Maka persamaan perspektif—sependek pengetahuan saya—adalah tindakan yang setara dengan pemerkosaan, setidaknya pemerkosaan psikologis.[]

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Kerudung Kamu Halal? Kalau Kamunya? #EH
Kemarin-kemarin sempat sebuah produk kerudung jadi trending topik yang lumayan rame, nama produknya nggak usah disebut disini lah, soalnya ntar disangka ngiklan—nggak dibayar pula buat promosi—sebab p...
Been Alone in a Crowded Room
Apa yang paling mengerikan dari sebuah kesendirian? Akhir-akhir ini saya sering bertanya-tanya soal itu. Saat sendirian. Pada akhirnya saya sendiri harus menyerah karena tidak mungkin menemukan jawab...
Apakah GNB Masih Diperlukan?
Gerakan Non Blok (GNB) atau yang dalam bahasa politik internasional disebut sebagai NAM (The Non-Aligned Movement) adalah sebuah gerakan yang tidak menganggap dirinya beraliansi dengan atau terhadap b...
Jangan Tarik Saya Dulu
Ada saatnya kita ingin membuka lembaran baru, dan terkadang itu mengharuskan kita melepaskan tumpukan sampah masa lalu. Saya mulai paham soal itu sejak sebulan yang lalu. Tepatnya sejak saya menginjak...
Belajar dari Abu Ghaush
Ada beberapa teladan yang membuat saya tetap bertahan di dunia menulis, salah satunya adalah Ahmad Abu Ghaush. Oh, apakah dia penulis? Ternyata bukan! Ahmad Abu Ghaush adalah atlet Tae Kwon Do ketur...
Perpisahan Perlahan atau Perpisahan yang Direncanakan?
Pagi ini, matahari batal terbit. Gerimis dan mendung kelabu mendera waktu sejak saat fajar harusnya ada. Saya merenung memandangi jendela yang berembun, tak tahu apa yang harus dikerjakan. Mendadak te...

SiHendra

Novelis. Jurnalis. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa (meski Raisa sukanya sama cowok lain, hiks!). Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

Leave a Reply

Your email address will not be published.