Lebih Mobile dengan ASUS E202

LOMBA-BLOG-ASUS-E202

aaa

Saya adalah novelis sekaligus jurnalis. Dua kerjaan itu aja sudah cukup mendefinisikan bahwa hidup saya nggak bisa lepas dari barang yang namanya notebook. Soalnya notebook adalah barang yang bisa dipindah-pindah sesukanya, iya kan? jadi nggak macam “perasaan” yang nggak boleh dipindah-pindah sesukanya, notebook sih boleh, dan bisa, dan nggak ada juga yang akan marah. (Kecuali kalau yang dipindahinnya itu notebook orang. Dari tasnya ke dalem tas kita, nggak pake bilang!)

Sebagai jurnalis, nggak usah ditanya gimana keharusan saya untuk kerja mobile. Memang sih sebagian besar kerjaan jurnalis itu ngejar-ngejar narasumber atau ngeliput berita pakai kamera dan recorder bareng sama wartawan cantik dari koran sebelah, lalu ngetik berita di kantor. Tapi saat deadline melanda, kadang setelah liputan berita harus langsung diketik di TKP. Mau di atas gunung atau di tengah pasar, kita harus bisa nyari tempat untuk ngetik berita.

Lalu sebagai novelis, kadang bisa sama aja mobile-nya dengan seorang jurnalis. Soalnya nulis novel kan nggak harus diem terus di kamar dong, novelis juga perlu jalan-jalan, atau kadang kalau lagi suntuk dan perlu suasana baru bisa aja iseng ngetik di luar. Mungkin di café, atau saat—sementara ini saya tinggal di Bontang—pengen banget ngerasain ngetik di dua tempat: Mangrove BSD atau dermaga Bontang Kuala.

Hal-hal di atas, termasuk ngetik di dua tempat impian itu saat ini rasanya nggak mungkin terealisasi cuma gara-gara satu masalah: batre notebook saya udah sekarat!

Nggak tahu kenapa, sudah hampir tiga bulan ini batre notebook saya ada silang-silangnya begitu (lihat gambar), dan umurnya cuma sepuluh menit! Buset, sepuluh menit bisa dipake buat ngetik apaan? Jangankan ngetik berita, ngetik surat cinta aja nggak cukup. Jadi ya kalau saya pakai notebook otomatis harus selalu dicolok ke listrik. Terhambat banyak lah kerjaan, karena saya jadinya harus selalu ngetik di tempat yang ada colokan listriknya.

bat
Tuh, udah begitu batrenya, sedih ya? hiks…

Pikir punya pikir, untuk kali ini saya sepertinya nggak akan beli baterai baru, apalagi—setelah nanya ke beberapa tukang komputer—jenis notebook seperti yang saya pakai sekarang ini baterai nya sudah susah didapat. Ini memang notebook jadul, dibikin waktu jaman Firaun masih pacaran. Jangankan untuk cari batre baru, untuk nyari buku panduan penggunaannya saja harus minta bantuan arkeolog karena bukunya ditulis pake Hieroglyph.

Ada saran dari teman, mending saya ganti perangkat. Begitu katanya. Lalu dia bilang lagi, “Kalau mau beli notebook mending merk ASUS, karena ASUS itu jaminan mutu”.

Yah, sebenarnya nggak perlu dibilangin begitu juga, orang sedunia udah tahu ya? Kalimat dia itu semubazir buang garam ke laut. Masalahnya, bukan saya nggak tahu ASUS itu merk jaminan mutu, cuma memang saya belum pernah pakai aja sih merk itu, ibaratnya: belum jodoh. Memang susah ya kalau belum jodoh, mau pedekate sejungkir balik apapun nggak akan jadi, lagipula buat apa pedekate kalau sudah ketahuan hasilnya #LhoKokMalahCurhat?

Tapi sarannya tetap saya terima. Hanya saja tidak bisa langsung direalisasikan, karena seperti layaknya rata-rata warga negara kelas ekonomi P7 (Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas-Pasan), pertimbangan utama untuk beli barang itu bukan merk, tapi harga! Jadi ketika mendengar merk ASUS, saya tidak langsung pergi ke toko komputer, tapi ngerogoh-rogoh dulu saku, nyari HP, ngecek sisa saldo rekening.

Akhirnya setelah diperhitungkan, dikurangi, dikali, dibagi, diterawang, diaudit dengan kebutuhan Hari Raya, plus ongkos mudik, plus bagi-bagi angpao sukarela (lebih tepatnya dirampok berjamaah) untuk keponakan, dll… ternyata sisa yang bisa dimanfaatkan tinggal sekitar 3 juta-an (Itu juga sudah dicampur recehan). Yaaa, nggak tiga juta pas lah. Bisa dilebihin dikit, terutama kalau pas momen bagi-bagi angpao itu saya ngumpet di WC, biar ponakan-ponakan kampret itu nyari sampe mampus!

Teman  saya tadi lantas meyakinkan saya—curiga dia sebenarnya marketing ASUS—bahwa uang 3 juta juga cukup buat dapat satu notebook ASUS yang handal dan cocok untuk kerjaan saya yang mobile abis. Awalnya saya ketawa, “Notebook ASUS apaan 3 juta? itu ASUS atau SNSV?” begitu kata saya. Eh, kampretnya malah temen saya yang balik ketawa, terus dia ngutak-ngatik HP nya, dan tak lama kemudian nunjukin page notebook ASUS-E202.

15626218_10154668443532324_1691213155297557081_o
ini notebook yang disarankan oleh teman saya. ASUS E202

Pertama saya cek harganya, ya sekitar 3 juta lebih dikit. Nggak terlalu bikin saya mesti ngegadein motor lah buat nambahinnya. Sip!

Terus saya baca-baca data di sana, teknis banget: notebook-nya pakai Windows 10 dan juga ada DOS (DOS? Disc Operating System? kok berasa balik ke jaman muda lagi ya?), pakai processor Intel, ada slot HDMI (kadang perlu nih kalau harus nyambung projector yang pake colokan HDMI juga), ada slot buat Micro SD, dan port USB3.1 Type-C. Hmm, yang paling akhir saya nggak ngerti apa gunanya, soalnya setahu saya—yang kuper ini—USB itu cuma sampai USB 2.0.

Bedanya apa ya 3.1 dan 2.0? Entahlah, bisa tanya mbah Google atau rumput yang bergoyang, tapi kabar-kabarnya sih ngecas batre dan transfer data akan lebih cepat kalau pake port jenis ini, bahkan kecepatan transfer data bisa sampe 11x nya USB 2.0. Terus USB tipe ini juga bisa dicolok dari berbagai arah dengan colokan reversible. (uuuuu, dicolok berbagai arah, terdengar menggairahkan #EH #IngetLagiPuasa)

Oke, lupakan soal teknis spec dan soal dicolok dari berbagai arah, intinya sih harga cocok. Terus apalagi? Warna? Ah, saya sih nggak terlalu peduli sama warna. Kebeli satu juga berasa mau syukuran. Tapi kalau harus-harus banget milih warna, notebook ini—kata websitenya—punya pilihan warna Silk White, Dark Blue, Thunder Blue dan Red Rouge. Jejeran warna yang secara sederhana saya artikan sebagai: putih, biru tua, biru muda, dan merah. Haha, Simple kan? kalau anak DKV pasti tahu warna-warna itu, kalau saya sih nggak. Jadi dibawa sederhana saja. Nah sepertinya, kalau memang wanrnya hanya itu… maka saya akan pilih biru tua aja deh. Biar kesannya agak macho gitu #ApaHubungannyaCoba

15626440_10154668443582324_4504034606315962051_o
Tuh kan bener: merah, biru tua, biru muda, dan putih… lebih simple, hehe

Setelah harga, pertimbangan berikutnya dari kaum P7 adalah soal fungsi, percuma harga murah tapi nggak bisa dipakai. Lagipula sudah jadi standar kita nyari barang pasti: murah dan bagus. Hehe… Baiklah, saya belum lihat barangnya sih, tapi—lagi-lagi data dari website resmi—notebook ini sepertinya bakalan aman kalau dibawa kerja mobile. Ukurannya cuma sebesar kertas A4, beratnya cuma 1,21 kg. Berarti beratnya kurang lebih sepertiga tabung gas yang hijau.

Lalu… ini yang penting, daya tahan. Kerja mobile tanpa colokan listrik perlu batre yang bagus. Website nya mencantumkan ketahanan batre hingga 8 jam. Hmmm, not bad. Malah bisa dibilang lebih dari cukup. Buat saya, 8 jam sudah bisa untuk nulis beberapa berita, rapihkan rekaman audio hasil wawancara narasumber, download musik, riset data novel, dan stalking sosmed mantan sampai galau!

Begitulah, mungkin saya harus nunggu sampai beres Lebaran untuk cari-cari barang ini. Karena selain saya tinggal di kota kecil yang memiliki kemungkinan toko-toko komputer tidak selengkap di kota besar (kalau perlu barang harus pesan dulu), saya juga harus memastikan pengeluaran selama Lebaran tidak akan mengganggu duit jatah beli notebook ASUS-E202 ini.

Cara paling mudah yang terpikirkan sekarang untuk menghemat duit ini adalah membungkam keponakan-keponakan kampret itu untuk nagih uang angpao lebih dari jatah mereka yang seharusnya.[]

15585024_10154668443417324_7736457794736348479_o

aaa

Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com

aaa

Share This:

Related posts:

Catatan Kala Subuh: Teringat Sahabat Lama.
Masih sama, seperti beratus-ratus subuh sebelumnya, membuka laptop, menekuni lagi tulisan yang tidak kumengerti... Teringat: "It's a big thing for me!" kalimat itu meluncur berulang-ulang ...
Laser Auto Focus, Bikin Candid Jadi Bagus!
Kadang kalau lagi waras, saya sering berpikir tentang kehidupan (cieeee… kehidupan). Yang dipikirin adalah kehidupan sayasendiri lah! Ngapain mikirin kehidupan orang lain? Ga ada kerjaan banget mikiri...
Kesan Canon IXUS 160
Menurut saya—selain Powerbank—salah satu senjata pembunuh bayaran blogger yang cukup penting adalah kamera digital. Soalnya, akan lebih bagus kalau postingan kita dilengkapi foto, dan kalau bisa sih f...
Cinta Indonesia? Pakailah Advan I5A 4G LTE
Kita semua tahu bahwa ada banyak cara untuk mencintai Indonesia, salah satunya adalah dengan menggunakan produk dalam negeri. Tapi meskipun begitu, kenyataannya masih banyak dari kita yang tidak pedul...
Lewat Asimilasi, Menuju Koperasi yang Tak Mati-Mati
Ada kabar yang menyebutkan bahwa tahun 2016 kemarin, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah akan membubarkan 61 ribu Koperasi di seluruh Indonesia.[1] Ah, semoga ada yang benar-benar melihat b...
Tentang Ferdie, Bennington, dan Meja Bundar
(1) Dalam dua hari, timeline saya dipenuhi oleh dua berita kematian. Semuanya terasa ganjil sekaligus menyesakkan tanpa alasan yang jelas. Ganjil karena jelas-jelas saya tidak mengenal satupun dari p...
SiHendra

SiHendra

Novelis. Jurnalis. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa (meski Raisa sukanya sama cowok lain, hiks!). Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

8 thoughts on “Lebih Mobile dengan ASUS E202

  • 18/06/2017 at 16:10
    Permalink

    Wah keren juga ya notebook ini, tipis dan stylish. Warnanya juga macam macam, cocok banget pokonya

  • SiHendra
    21/06/2017 at 03:32
    Permalink

    iya, pengen banget punya. Semoga abis Lebaran bisa dapet… aamiin

  • SiHendra
    24/06/2017 at 12:19
    Permalink

    iya, sama-sama mbak… semoga bisa menang ya :-)

  • 25/06/2017 at 15:18
    Permalink

    Notebook Asus E202 emang keren deh. Desain minimalis, kualitas maximalis, apalagi harganya cukup ekonomis.

  • 03/07/2017 at 06:40
    Permalink

    Keren reviewny lengkap banget gan, mampir ya ke blog q. salam kenal juga gan.

  • 11/07/2017 at 01:06
    Permalink

    Apapun profesinya, notebook Asus E202 sangat cocok untuk menunjang aktivitas ya… Good luck buat lombanya. Eh BTW saya juga ikutan loh, kuylah kepoin blog ndeso saya.

    salam kenal kang, nama kita sama :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.