Catatan AFCON #03: Rival yang Bersalaman

Ivory Coast adalah juara bertahan Piala Afrika 2015, ketika itu mereka bisa menekuk Ghana dengan drama adu penalti yang sangat dramatis, bayangkan: skor akhir 9-8 dan harus diraih lewat penendang ke 11. Itu artinya seluruh pemain punya kesempatan melakukan tendangan. Ghana yang sial, karena penendang terakhir, kiper mereka Brimah Razak tidak bisa menceploskan bola sementara kiper Ivory Coast Baoubacar Barry sukses mencetak penalti.

Wajar jika mereka juara, karena saat itu Ivory Coast sedang menggenggam generasi emas mereka dengan diperkuat bintang-bintang yang bermain di Eropa seperti: Kolo Toure (Liverpool), Yaya Toure (Manchester City), Wilfired Bony (Manchester City), Gervinho (AS Roma), Eric Baily (Villareal), Serge Aurier (PSG), Seydou Doumbia (AS Roma), Salomon Kalou (Hertha BSC), dan Cheick Tiote (Newcastle United).

Kini di gelaran AFCON 2017, generasi emas itu datang lagi. Total ada delapan kader 2015 yang masih dibawa oleh pelatih Michel Dussuyer, tapi buktinya mereka malah terseok-seok di Grup C, menempati posisi dua dengan hanya meraih 2 poin, hasil dua kali imbang melawan Togo dan DR Congo. Posisi yang sangat tidak aman. Mengingat—selain Maroko yang sudah duduk santai sebagai juara grup dengan 6 poin—kedua tim lain yang tersisa di grup C sedang mengintai Ivory Coast. Karena dengan genggaman nilai 1, baik Togo atau DR Congo masih berpeluang untuk lolos dari grup itu asal Ivory Coast terpeleset di pertandingan terakhir.

Maka jelas drama akan terjadi di pertandingan terakhir, Togo dan Dr Congo akan baku bunuh sambil berharap Maroko bisa minimal menahan seri Ivory Coast.

Melihat Ivory Coast tersandung tentu jadi semangat tambahan bagi kedua negara itu karena kebetulan sekali mereka berdua punya urusan yang belum selesai dengan Ivory Coast. Terutama DR Congo yang ditekuk 1-3 di semifinal AFCON 2015 dua tahun yang lalu.

Sementara itu urusan Togo malah lebih panjang, mereka pernah harus menanggung malu karena dikalahkan 1-2 di babak penyisihan grup D AFCON 2013, dan sampai sekarang rasa malu itu belum terbalaskan. Apalagi memang faktanya terakhir kali Togo menang melawan Ivory Coast adalah tahun 1987 di ajang CEDEAO Cup. Setelah itu Togo paling jauh hanya bisa menahan seri saja.

Karena itulah, jelas bagi kedua negara ini, satu-satunya kesempatan bergembira adalah dengan melihat Ivory Coast tidak lolos babak penyisihan grup. []

===================================

Tulisan ini dibuat sebelum pertandingan penentuan di Grup C Piala Afrika 2017. Pada akhirnya Maroko bisa mengalahkan Ivory Coast 1-0, dan DR Congo mengalahkan Togo 3-1. Hasil ini membuat Maroko dan DR Congo berhak lolos dari Grup C.

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Catatan Euro #02: Kasihan Sekali Jadi Ronaldo
Setelah Portugal ditahan seri 1-1 oleh Islandia tadi malam, Cristiano Ronaldo marah-marah. Dalam sebuah wawancara seusai pertandingan, peraih dua kali FIFA Ballon d'Or ini mengatakan: "... I tho...
Catatan Euro #05: Asal-Usul Permainan Bertahan
Dalam jajaran pelatih sepakbola dunia, Javier Clemente (Spanyol), Carlos Bilardo (Argentina), dan Sebastiano Lazzaroni (Brazil) adalah beberapa contoh dari pelatih kawakan non Italia yang setia pada...
Catatan Euro #19: Perancis Mabuk Ekstasi
“Ecstasy” demikian harian L'Equipe memasang headline setelah pertandingan semalam. Memang kemenangan Perancis atas Jerman bukan cuma meloloskan mereka ke final Piala Eropa 2016, tapi juga seolah-olah ...
Saat Persib "Mengoyog" Persija
Kejurnas PSSI musim 1960/1961, posisi klasemen pada pertandingan terakhir benar-benar membuat tegang. PSM Makassar ada di posisi paling atas dengan poin 10, Persib Bandung berdiri di posisi dua dengan...
Catatan AFCON #02: Tak Ada Lagi Keajaiban Untuk Mahrez
Seusai peluit panjang ditiup, Riyadh Mahrez memandang langit biru. Perasaannya campur aduk. Sejak awal situasi di grup B ini memang tidak menguntungkan bagi Algeria dan dirinya. Ditahan seri 2-2 oleh...
Catatan AFCON #05: Pembuktian Kamerun
Kemenangan Kamerun atas Senegal tadi bukan hanya bermakna selembar tiket ke semifinal, tapi lebih jauh dari itu juga memperebutkan sebuah nama baik di dunia sepakbola. Kamerun adalah tim kuda hitam d...

SiHendra

Novelis. Jurnalis. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa (meski Raisa sukanya sama cowok lain, hiks!). Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *