Impaksi 02: Operasi di RSGM

Di postingan sebelumnya, saya cerita bahwa untuk kedua kalinya saya menjalani bedah gara-gara impaksi gigi geraham bungsu. Operasi pertama saya lakukan tahun 2015, dan operasi kedua sekitar semingguan yang lalu. Baik operasi yang pertama atau kedua selalu saya lakukan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjajaran (RSGM Unpad) yang di jalan Kubang Selatan, daerah Sekeloa – Bandung. Nggak ada alasan pribadi kok (apalagi pesan sponsor), ini sih karena  memang tiga dokter gigi yang selama setahun menangani saya selalu menyarankan untuk kesana (mungkin semacam preambule para dokter gigi mungkin ya? hehe…)

Sebenarnya dokter Anggi—dokter yang terakhir menangani saya—sih bilang bahwa bisa saja operasi dilakukan di klinik atau dentalcare, asal memang dokternya punya kualifikasi bedah. Namanya apa ya? Tapi pokoknya gelarnya itu Sp.BM… Nah, tapi daripada repot-repot nyari dokter yang tepat di tiap klinik, kan lebih baik langsung ke RSGM saja, karena sudah jelas itu Rumah Sakit tempat dokter ngumpul… jadi pasti ada semua jenis dokter gigi dengan kualifikasi yang kita perlukan.

Salah satu hal yang melegakan di RSGM itu adalah (selain bisa pake BPJS), di awal kita selalu dikasih pilihan: mau ditangani sama spesialis atau resident? (Resident itu kalau nggak salah adalah dokter gigi yg sedang ambil pendidikan lanjutan (spesialis) berbagai cabang ilmu kedokteran gigi), tentu dengan harga yang menurut saya bedanya cukup jauh. Jangan khawatir dengan resident, kerjanya bagus kok (dan pas pelaksanaannya saya lihat mereka malah lebih menjalankan fungsi sebagai asisten dokter bedahnya). Saya pas operasi pertama tahun 2015 juga ditangani resident, aman-aman saja kok. Bayarnya all-in antara 400-450 ribu, belum termasuk obat (Obatnya juga murah, nggak sampe 50 ribu). Kalau ditangani spesialis—lupa lagi sih—tapi kalo nggak salah kisaran 1-3 juta gitu sekali bedah? atau satu gigi? Beneran lupa lagi.

Khusus untuk yang mau ke RSGM di Sekeloa, Bandung… rute paling gampang untuk sampai ke sana ya lewat jalan Dipati Ukur, lalu masuk ke Sekeloa. Lurus terus (jalannya agak nanjak), nanti nemu pertigaan belok lah ke kanan (kalau sekarang sih di pertigaan itu ada tandanya, minimarket Indomaret) Ada plangnya juga kok. Setelah belok, jalan lurus, RSGM ada di sebelah kiri.
aaa

Dari jalan Dipati Ukur, tampak ada jalan masuk ke Sekeloa… setelah ketemu Indomaret, di depannya ada pertigaan ke Jl. Kubang Selatan… langsung belok saja, papan petunjuk RSGM ada di sana
Dari jalan Dipati Ukur, tampak ada jalan masuk ke Sekeloa… setelah ketemu Indomaret, di depannya ada pertigaan ke Jl. Kubang Selatan… langsung belok saja, papan petunjuk RSGM ada di sana

aaa
Setelah sampe sana, masuk dulu ke pendaftaran. Kalau nggak salah bayar lima ribu, sambil ceritain kasusnya, biasanya nanti diminta surat rujukan bedah dan rontgen dari dokter gigi, buat mereka lihat dan dipelajari kemungkinan tindakannya.

Oh iya, sebelum menjalani proses bedah kita wajib rontgen gigi panoramic (seluruh gigi) kecuali kalau sama dokternya cukup diminta foto kecil saja. Ini penting supaya ketika proses operasi dilangsungkan dokter bedahnya tahu posisi serta kondisi akar gigi kita, soalnya nggak semua gigi kondisinya sama kan? Pengambilan foto rontgen bebas mau dimanapun juga—mau lab swasta macam Pramita atau bisa juga langsung di RSGM—asal ada surat rujukannya dari dokter. Intinya sih pas si gigi sudah mau ditangani kita sudah pegang hasil rontgen… itu aja. Dulu ketika bedah yang kanan saya rontgen di Pramita, bayarnya 150 ribu… Kemarin sih langsung rontgen di RSGM, bayarnya 70 ribu.

Oh iya, satu lagi… pastikan kita sudah makan. Soalnya penting banget (kemarin saja dokter bedah saya sampai nanya dua kali, meyakinkan soal makan), karena yang namanya operasi kan pasti endingnya bikin kita lemes, darah banyak keluar, pusing juga sisa dibius. Kalau nggak makan dulu, takutnya badan nggak kuat.

(Nah, soal ini nggak tahu ya… pas googling saya baca ada orang yang malah disuruh puasa sehari sebelum operasi, entahlah… tapi kalau saya sih justru disuruh makan)

Selanjutnya, untuk prosedur bedahnya sendiri makan waktu kurang lebih satu jam (tergantung kondisi gigi dan akar giginya juga sih, lebih ribet ya lebih lama). Dalam operasi tersebut, intinya sih dokter akan melakukan robekan pada gusi, membuka tulang yang meyangga gigi, lalu memecah wisdom teeth jadi beberapa bagian (mungkin biar lebih gampang diambil), lalu gigi itu dikorek keluar sama akar-akarnya, dan gusi dijahit lagi. Hmm… lumayan ngeri kalau didetailkan, tapi ilustrasinya sih kurang lebih begini:
aaa

Ilustrasi prosedur operasi impaksi gigi
Ilustrasi prosedur operasi impaksi gigi
... beberapa saat sebelum gusi saya "dijhajar" pisau bedah
… beberapa saat sebelum gusi saya “dijhajar” pisau bedah, itu dokternya udah mau ngusir fotografer (memang ganggu sih, hehe)

aaa

Nah, setelah itu… fase pasca operasi juga nggak lebih gampang. (Ya namanya juga daging habis dioprek-oprek). Terutama dua hari pertama ketika mulut masih gampang perdarahan, pipi bengkak, dan susah buka mulut. Saya juga makan cuma bisa oatmeal, bubur beras, atau bubur nasi… minum di awal-awal masih pake sedotan dan tidak boleh air yang masih panas atau yang terlalu dingin. Alhasil harus rela libur dulu minum kopi pagi, hiks

Oh iya, memang sebelum pembedahan dilakukan dokternya ngasih tahu dulu efek-efek samping yang nanti akan terasa, antara lain akan ada pembengkakan di daerah pipi dan rahang selama kurang lebih 3-4 hari. Katanya sih itu reaksi normal dari tubuh untuk penyembuhan. Di beberapa kasus sampai ada demam, bisa jadi itu karena muncul infeksi  tapi dokter juga sudah kasih obat untuk pencegahannya.

aaa

dodont

aaa

Biasanya, dokter akan menyarankan kita datang lagi untuk mencabut jahitan setelah kurang lebih 7-10 hari, ini saya nggak bisa bilang pasti ya… soalnya waktu tahun 2015 saya disuruh nunggu sepuluh hari, tapi yang kemarin cuma disuruh seminggu… Tapi untuk amannya saya ambil yang sepuluh hari saja. Kembali menurut dokter Anggi, kalau misalnya malas ke RSGM lagi maka pencabutan jahitan ini juga bisa dilakukan di klinik gigi atau dentalcare oleh dokter gigi umum. Untuk biaya saya tidak tahu, mungkin akan sama dengan biaya konsultasi rutin ke dokter gigi.

Demikian cerita saya soal impaksi… semoga bisa membantu untuk siapapun yang mengalami masalah sama dengan giginya.[]

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Paket Video Wedding: No Way!
Dari dulu, PH tempat saya kerja mengerjakan hampir semua jenis film: video klip, iklan, animasi, film panjang, film pendek, liputan acara, dan banyak lagi. Tapi ada satu job yang sering banget kita ...
Ini Curhatan Soal Fokus…
Apa yang bisa seorang penulis lakukan jika tiba-tiba nerima pesan dari seseorang yang bilang begini: “aku tunggu novel komedi brikutnya, haha… aku tunggu, aku beli kok kalau dah jd novel” Well...
Filsafat Itu Seperti Pornografi
Seorang teman menulis status Facebooknya, statusnya tidak penting. Tapi dibawahnya ada 70-an komentar, yang salah satunya cukup mengganggu saya karena isinya: "Makanya jangan belajar filsafat, ka...
Siapa Saya?
Kalau ditarik ke belakang, selama 5-7 tahun ini sebagian teman-teman mengenal saya sebagai filmmaker, sebagian lagi mengenal saya sebagai penulis (tapi juga jadi tidak relevan lagi karena novel terakh...
Nenek Bebek Berkata...
Only boring people get bored! Itu yang nenek bebek pernah katakan, menyebalkan sekali. Perasaan bosan membuat berat semuanya, padahal pekerjaan yang menumpuk (apalagi mengerjakan hobi) harusnya bisa m...
Pemaksaan Perspektif
Betapa sering kita memaksakan perspektif kepada orang lain? Seolah kita bisa memetakan detail yang mereka hadapi dan memberi komentar seolah kita adalah orang yang paling mengerti situasi. Hingga pada...
SiHendra

SiHendra

Novelis. Jurnalis. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa (meski Raisa sukanya sama cowok lain, hiks!). Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

2 thoughts on “Impaksi 02: Operasi di RSGM

  • 20/03/2017 at 11:38
    Permalink

    Yang terakhir kamu odontektomi ditahun berapa ? Kamu ngelakuin sama dokter spesialist atau resident ?

  • SiHendra
    08/04/2017 at 04:08
    Permalink

    yang terakhir sekitar tahun 2016, sama resident aja biar lebih murah, hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published.