Siapa Saya?

Kalau ditarik ke belakang, selama 5-7 tahun ini sebagian teman-teman mengenal saya sebagai filmmaker, sebagian lagi mengenal saya sebagai penulis (tapi juga jadi tidak relevan lagi karena novel terakhir saya pun terbitnya tahun 2012, empat tahun yang lalu). Sampai semua berakhir Desember 2015 kemarin, ketika saya bulat memutuskan untuk fokus di MENULIS.

Setelah menentukan batasan itu maka saya merasa lebih tenang, tidak berasa hidup di dua dunia lagi (dulu sering banget ketarik-tarik antara harus bikin film dengan novel yang nggak beres-beres)… tiap hari saya pulang kerja, sampai di rumah bisa langsung meluangkan waktu 1-2 jam menulis. Setiap weekend pun saya sudah tahu harus ngapain, ya menulis. Lalu lambat laun progressnya pun kelihatan, antara lain blog mulai terisi lagi, novel yang sudah mandek lima tahun pun berangsur-angsur bisa terselesaikan, bahkan ide-ide cerita pun mulai bermunculan. Menyenangkan sekali.

Tapi saya tidak betul-betul melupakan dunia film, sebab menurut seorang “sutradara kemarin sore” yang kebetulan jadi teman saya, Aji Aditya, dalam dunia film (apalagi di dunia menulis) saya sudah berinvestasi dalam standar latihan 10.000 jam. Sayang banget kalau sampai ditinggalkan. Maka, kalaupun ada aktifitas saya yang berkaitan dengan film, maka rambunya pun jelas: saya akan ambil jatah sebagai penulis skenario… atau kalau posisi saya bukan penulis skenario berarti ada tiga kemungkinan: filmnya job dari kantor, proyek itu bayarannya rada gede, atau saya lagi bikin vlog pribadi aja. Intinya apapun yang bisa menyalurkan skill yang “kadung” sudah saya kuasai ini…

Cuma ya itu… kalau ada yang tanya maka saya akan jawab: saya penulis, penulis yang kebetulan bisa bikin film…[]

aaa
aaa

 

Share This:

Related posts:

That's Right, Mr Formichetti!
Hal yang paling saya pelajari dari sosial media adalah: Saya diajari menipu diri. Ini seriusan, sejak awal tahun 2015 intensitas saya menulis status di sosial media menurun drastis, bisa seminggu sek...
Setelah Enam Tahun
Kemarin, saya mengirim novel lagi ke penerbit, sebuah naskah yang sudah ditulis hampir enam tahun (September 2006 – Juni 2012). Kalau terbit, ini akan jadi novel keenam saya. Lho, selesai ditulis tah...
Tuhan Memaafkan Semuanya, Termasuk Steve Harvey
Peristiwa salah baca di ajang sekelas Miss Universe 2015 kemarin itu memang cukup bikin heboh, dan dunia seolah kompak menyalahkan Steve Harvey yang didapuk jadi MC acara tersebut. Buat yang ngga...
Apakah GNB Masih Diperlukan?
Gerakan Non Blok (GNB) atau yang dalam bahasa politik internasional disebut sebagai NAM (The Non-Aligned Movement) adalah sebuah gerakan yang tidak menganggap dirinya beraliansi dengan atau terhadap b...
Berkarya di Balik Jeruji
Dalam film Shawshank Redemption (Frank Darabont, 1994), tokoh Red berkata dalam sebuah narasinya: “Dalam penjara waktu terasa sangat panjang. Semua orang harus mencari sesuatu untuk membuatnya sibuk, ...
Perpisahan Perlahan atau Perpisahan yang Direncanakan?
Pagi ini, matahari batal terbit. Gerimis dan mendung kelabu mendera waktu sejak saat fajar harusnya ada. Saya merenung memandangi jendela yang berembun, tak tahu apa yang harus dikerjakan. Mendadak te...

SiHendra

Novelis. Jurnalis. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa (meski Raisa sukanya sama cowok lain, hiks!). Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *