Cinta Indonesia? Pakailah Advan I5A 4G LTE

Kita semua tahu bahwa ada banyak cara untuk mencintai Indonesia, salah satunya adalah dengan menggunakan produk dalam negeri. Tapi meskipun begitu, kenyataannya masih banyak dari kita yang tidak peduli, alasan yang keluar biasanya: kualitas produk dalam negeri masih kalah dengan produk luar.

Yah, memang pendapat itu bisa jadi ada benarnya, tapi juga kurang tepat jika semuanya lantas dipukul rata. Sebab kalau dicermati, produsen-produsen di Indonesia—mulai dari produk jasa, fashion, hingga alat elektronik—mulai menaikkan standar mutunya.

Nah menurut saya, salah satu produk dalam negeri yang kualitasnya tidak kalah dengan produk adalah ponsel Advan I5A 4G LTE. Ponsel keluaran dari sebuah brand yang pernah menyabet gelar Most Recommended Brand 2012 ini merupakan ponsel perdana dengan kemampuan 4G dari Advan. Setelah seri ini, menurut kabar Advan sudah menyiapkan duapuluh seri perangkat lain yang juga siap diluncurkan pada tahun 2016. Dari “kegesitannya” ini, terlihat dong kalau Advan sebagai produk lokal ternyata terus-menerus berinovasi mengejar perkembangan teknologi.

Nah, lalu kenapa saya bisa bilang kalau Advan I5A 4G LTE tidak kalah dengan produk luar? Coba kita cek satu-satu spesifikasinya.

Pertama, dari yang paling kelihatan dulu deh: casingnya. Saya menilai dengan pilihan warna White Rose Gold, Cherry Rose Gold, dan Black Rose Gold membuat ponsel ini tampak eksklusif. Warnanya elegan, tidak alay, tidak terlalu bergaya generasi Z, tapi juga dalam keeleganannya tidak lantas membuat ponsel ini tampak tua. Cocoklah untuk pengguna kelas menengah usia 30-an seperti saya (duh ketahuan umur deh).

Lantas apa “modalnya” cuma dari warna casing saja? Oh tentu saja tidak, karena selain urusan warna yang bagus, spesifikasi teknis panel depan dan bodi belakang Advan I5A 4G LTE pun dirancang menggunakan lapisan 2.5 D Curve Glass. Buat yang belum tahu, lapisan 2.5 D Curve Glass ini bisa mengurangi kemungkinan pecah atau retak seperti yang biasa terjadi pada kaca biasa. Sekadar informasi, lapisan macam ini biasanya cuma ada di smartphone seharga dua juta ke atas, lho.

Lalu mungkin dari belakang sana ada yang teriak-teriak, “Casing luar doang, yang penting dalemnya dong!”

Oke, daleman itu berarti hardware dan software ya? Kalau dari software, Advan I5A 4G LTE ini diisi oleh Android 5.1 Lollipop. Tidak ada penjelasan tambahan dari saya soal ini, sementara soal hardware? Kita harus tahu dulu ponsel ini mau dipake apa? Semua orang punya hobi yang beda-beda. Kalau saya  sih— selain aplikasi sosmed dan chatting—yang penting itu main game (War,War, War! Ada yang mau gabung di clan saya? Minimal TH 7 ya. Hehe). Nah, dengan RAM 2 GB yang disediakan didalamnya, saya jamin ponsel ini tetap bisa lancar menjalankan aktivitas multitasking ataupun game standar. Apalagi untuk lebih mendongkrak performanya, Advan menggunakan pengolah grafis Mali-T720. Dijamin bagus.

Tapi saya tetap ingatkan, sebagai pengguna ya kita tetap harus realistis lah, kalau beban kerja ponsel ini berat ya pasti akan ada lag-lag (semua ponsel juga begitu), tinggal kitalah sebagai penggunanya yang pintar-pintar mengatur jumlah aplikasi yang terbuka.

6eb1e6da1f8516088375cfe8d1c4fe7e

Untuk display LCD, Advan I5A 4G LTE memakai panel IPS yang resolusinya setara dengan video HD  720p yang menghasilkan kerapatan piksel 294 ppi. Ukurannya juga pas, 5 inchi… tidak terlalu kecil sehingga tetap nyaman untuk main game serta nonton video, tapi juga tidak sebesar tablet.

Tambahan informasi saja, Advan I5A 4G LTE ini bisa diisi dua SIM card, dan untuk baterainya digunakan baterai berkapasitas 2200 mAh dengan tipe  non- removable, jadi baterainya tidak bisa dilepas-lepas.

Beberapa orang di belakang mulai teriak-teriak nggak sabar lagi, “Luar bagus, dalam bagus, percuma kalau nggak bisa diisi apa-apa!”

Betul juga sih, ada pengalaman saya pernah punya smartphone yang storagenya “terlalu cepat penuh”, jadi terbatas juga saya menikmatinya. Lalu bagaimana dengan storage di Advan I5A 4G LTE?

Tidak usah khawatir, ponsel ini memiliki memori internal 16 GB. Kalau masih kurang, bisa ditambah Micro SD yang kapasitasnya bisa mencapai 32 GB. Kalau masih kurang juga nih (memangnya mau ngisi apa sih?), ternyata Advan i5A 4G LTE mendukung USB OTG. Jadi dengan kabel khusus kita bisa akses langsung flashdisk atau harddisk dari ponsel.

Cukup masuk akal kalau Advan menyiapkan storage sebesar itu, karena biasanya—selain untuk musik—kita pun menghabiskan storage ponsel itu untuk menyimpan foto atau video. Nah, fungsi ini berbanding lurus dengan kualitas kamera yang disediakan dalam Advan I5A 4G LTE.

Secara teknis, resolusi kamera utama di dalam ponsel ini adalah 15 MP, dan kamera depannya (saya lebih suka menyebutnya kamera selfie) sebesar 5 MP, masih cukup baik untuk memotret dalam cahaya minim. Apalagi untuk meningkatkan performa, Advan menanamkan fitur Dynamic Camera yang membuat ponsel ini mampu menyesuaikan kualitas gambar dengan perubahan cahaya. Tapi ya, sebagai filmmaker saya tetap menyarankan dengan resolusi segini, kalau mau ambil gambar pastikan cahaya ruangan cukup kuat. Supaya hasil gambar tidak noise.

Dengan segala spesifikasi di atas, ponsel ini dibanderol dengan harga dibawah dua juta. Sebuah ahrga yang tidak mahal untuk ponsel di kelasnya, tapi juga tidak murah sehingga terkesan murahan.

Maka tidak berlebihan kan kalau saya bilang Advan I5A 4G LTE siap bersaing bukan hanya dengan ponsel keluaran dalam negeri, tapi juga luar negeri?  hingga rasanya cukup logis jika Brand Director Advan, pak Andy Gusena berharap di 2016, Advan I5A 4G LTE bisa menjadi ponsel sejuta umat. Kenapa tidak? Apalagi jika kesadaran konsumen untuk lebih dulu melihat ke produk dalam negeri makin tinggi, bukan tidak mungkin target itu cepat terwujud

Artinya, dengan melihat satu-satu barang produk dalam negeri dengan lebih dekat, seharusnya sedikit-demi sedikit keraguan untuk menggunakan produk dalam negeri bisa kita kikis. Karena selain harganya bisa jadi lebih murah, penggunaan produk dalam negeri pun secara langsung dapat membangkitkan perekonomian negara serta menghidupkan produsen-produsen lokal, serta menyejahterakan para pekerjanya.

Lagipula, kalau sudah ada produk lokal, kenapa masih pakai produk luar? :) []

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Laser Auto Focus, Bikin Candid Jadi Bagus!
Kadang kalau lagi waras, saya sering berpikir tentang kehidupan (cieeee… kehidupan). Yang dipikirin adalah kehidupan sayasendiri lah! Ngapain mikirin kehidupan orang lain? Ga ada kerjaan banget mikiri...
Kesan Canon IXUS 160
Menurut saya—selain Powerbank—salah satu senjata pembunuh bayaran blogger yang cukup penting adalah kamera digital. Soalnya, akan lebih bagus kalau postingan kita dilengkapi foto, dan kalau bisa sih f...
Tanggal Tua, Ayo Kita Belanja
Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall. Pagi ini saya me...
Lewat Asimilasi, Menuju Koperasi yang Tak Mati-Mati
Ada kabar yang menyebutkan bahwa tahun 2016 kemarin, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah akan membubarkan 61 ribu Koperasi di seluruh Indonesia.[1] Ah, semoga ada yang benar-benar melihat b...
SiHendra

SiHendra

Novelis. Jurnalis. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa (meski Raisa sukanya sama cowok lain, hiks!). Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

Leave a Reply

Your email address will not be published.