Ini Curhatan Soal Fokus…

Apa yang bisa seorang penulis lakukan jika tiba-tiba nerima pesan dari seseorang yang bilang begini:

“aku tunggu novel komedi brikutnya, haha… aku tunggu, aku beli kok kalau dah jd novel”

Well, jadi semangat… ya iya sih… tapi kalo jatuhnya ke saya lebih besarnya ke rasa khawatir. Khawatir ngecewain mereka, khawatir ga bisa memenuhi keinginan mereka. Yah… gede-gedenya memang rasa khawatir… karena saya memang belum punya pembaca setia, lima novel yang pernah saya bikin belum mengantarkan saya sampe ke tahap itu. Tapi suka ga suka… saya tetap punya predikat sebagai PENULIS. Dan predikat penulis adalah sebuah predikat yang membuat seseorang harus menulis, right? menulis pun bisa apapun lah… ga harus buku terus.

Parahnya… ngeblog saya ga konsisten, terus sudah beberapa tahun ini saya ga nerbitin buku, tapi proses nulis tetep jalan (sekarang aja lagi bikn satu novel serius dan satu novel komedi). Masalahnya, proses nulisnya yang terhambat gara-gara—sepertinya—saya terlalu sibuk main Skyrim dan Football Manager main di “dunia” lain.

(Ah, alasan juga sih… harusnya kalau bisa manajemen waktu sepertinya nggak begitu.)

Tapi beneran lho, misalnya hari ini… seharian di basecamp ngurus stok gambar hasil syuting, lanjut sorenya syuting profil, sampe rumah bawaannya badan ringsek, pengennya tidur. Kepikiran: “Besok aja gitu nulisnya?”, kita lihat aja, besok juga syuting fullday, sama… syuting profil juga. Belum lagi kebayang ribetnya sampe bulan Desember ini… kan saya ceritanya—selain ngurus proyek film sendiri—juga ikut produksi satu film panjang, yakin… bakalan agak ribet nih urusan!

Sampe akhirnya malam ini saya bertanya-tanya lagi, “Iya gitu saya masih tetep harus ada di dunia nulis?” Soalnya memang fokus di dunia nulis lagi turun banget dalam tiga tahun terakhir ini. Dan akhirnya sih percuma ngaku penulis, percuma ngaku diri lagi nulis novel tapi progressnya ga ada, yang ada cuma ngumbar status doang di sosmed, sama membual ke temen-temen yang nanya progress.

Yang ada akhirnya malah tekanan, saya jadi ga nyaman menulis… ga happy lagi… dan kalo udah ga happy bawaannya pengen ninggalin. Bahkan, bawaannya tertekan tiap kali buka sosmed dan liat orang lain udah nerbitin buku lagi, udah dimuat lagi di koran, udah masuk TV, bahkan—saya gabung sama satu grup blogger—saya terbelalak tiap kali nyimak obrolan mereka—bukan cuma soal hadiah yang mereka terima dari event blogger yang hampir selalu bikin saya mupeng—tapi saat saya sadar bahwa mereka lebih hebat dari saya.

Saya sampe ga enak perasaan sama seorang senior yang udah saya janjiin novel beres Agustus… soalnya kataya mau dia cek dan kalo jodoh mau diterbitin… ya soal terbit atau nggak itu urusan belakangan, saya mikir yang penting naskahnya jadi dulu, tapi kalo kondisinya begini, saya jadi ga bisa jamin ini naskah beres kapan..

Tapi.. emak saya mengajarkan… kalau mulai sesuatu maka harus lakukan sampe beres. Apa itu berarti… apapun yang terjadi ini dua novel harus diberesin? Selama apapun? Yakin gitu? Apa pada akhirnya tujuan akhir saya adalah “membereskan” dan bukan “menerbitkan?

Hmm… let see[]

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Tips Agar Lelaki Mengantri Cintamu
Kemarin sore di tempat kerja ada obrolan-nggak-terlalu-penting antar saya dengan temen kantor, perempuan. Dia cerita bahwa ada temen kampusnya—perempuan juga—yang punya kebiasaan kalo lagi single akan...
Impaksi 02: Operasi di RSGM
Di postingan sebelumnya, saya cerita bahwa untuk kedua kalinya saya menjalani bedah gara-gara impaksi gigi geraham bungsu. Operasi pertama saya lakukan tahun 2015, dan operasi kedua sekitar semingguan...
Sahabat Museum, Menghangatkan Museum
Bila kita mendengar kata “museum”, biasanya pikiran kita langsung terasosiasi pada sebuah bangunan besar, luas, bernuansa temaram, dingin, dan sepi. Gambaran ini tidak terlalu mengherankan karena pada...
Nenek Bebek Berkata...
Only boring people get bored! Itu yang nenek bebek pernah katakan, menyebalkan sekali. Perasaan bosan membuat berat semuanya, padahal pekerjaan yang menumpuk (apalagi mengerjakan hobi) harusnya bisa m...
Pagi Ini, Iman Saya Sedikit Goyah
Pagi ini, saya mendapat info kalau lagi- lagi ada satu novel milik teman saya yang difilmkan. Setelah Desi Puspitasari yang “nyaris” sama-sama tumbuh bareng di dunia menulis ternyata bisa (duluan) mer...
Sakit Kepala Diberi Obat Tetes Mata: Colok Saja!
Beberapa waktu yang lalu saya memasang status Facebook. Inti dari status itu adalah saya ingin bertanya mana jenis investasi yang lebih menguntungkan, apakah Emas? Dinar? Atau Bitcoin? Hmm, mungkin m...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

Leave a Reply

Your email address will not be published.