Preman Pensiun dan HP

Pertama kali saya tahu ada serial Preman Pensiun itu langsung dari mas Didi Petet. Waktu itu dia lagi ngisi acara Master Class dimana saya jadi panitianya. Dia nyebut judul itu sambil bilang “nonton ya…”

Oke, jujur saja saya nggak terlalu melaksanakan pesannya yang satu itu. Saya jarang nonton, alasannya standar: kerjaan, jadi jarang banget jam 5 sore nemu TV. Akhirnya sejauh ini cuma kebagian cerita-ceritanya aja dari orang lain. Katanya rame, katanya lucu, katanya Bandung banget… sebatas katanya, tapi okelah… menurut saya, ya udah itu film unik dan bagus. Thats it

Nah, baru sekarang-sekarang pas Ramadhan ini saya baru bisa nonton beneran, itu juga karena pas sahur nggak ada tontonan lain, jadi orang rumah milih nyetel itu.

Beberapa lama saya tonton, ada satu hal yang menarik dan bikin beda di Preman Pensiun, yaitu: adegan penggunaan handphone. Pada merhatiin nggak kalau scene macam gitu sering banget keluarnya! Rasanya tiap kali saya ngangkat muka dari piring, ada aja adegan si A nelepon si B. Sempet juga sih pas ngeliat itu saya sempet nanya, ini memang ga kepikiran adegan lain atau memang konsep cerita?

Tapi lama saya mikir malah sampai pada kesimpulan kalau Preman Pensiun sebenarnya memotret realita kita. Karena faktanya—hasil survey Nielsen dan SurveyOne menunjukkan peningkatan pesat atas jumlah nomor telepon seluler di Indonesia dalam lima tahun terakhir, bahkan analis kawakan Horace H. Dediu menempatkan Indonesia di urutan 5 besar dunia dengan pengguna aktif sebanyak 47 juta, atau sekitar 14% dari seluruh total pengguna HP.

Artinya, kalau saja kehidupan kita direkam pake kamera 24 jam non-stop, mungkin gambar yang didapat nggak jauh dari scene Preman Pensiun. Dikit-dikit ada adegan megang HP, ada adegan nelepon orang, ada adegan ngecek email, dll.

Perlu kita akui bareng-bareng bahwa kita memang udah sulit lepas dari barang itu. Bahkan sampe ada penyakit yang namanya Nomophobia, yaitu rasa takut untuk jauh-jauh dari handphone, takut handphone ketinggalan, tidak ada sinyal, atau saat mati.

Serem banget sih, tapi ya memang mungkin hidup kita sudah begini. Kita saja yang telat nyadar, tapi untung Preman Pensiun setidaknya sudah berusaha merekam realita itu, tinggal pilihan kita aja, mau menertawakan diri sendiri atau milih nggak peduli. []

 aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Jangan Kasihan Ke Norman Kamaru
Sekarang lagi rame nih berita soal Norman Kamaru jualan bubur Manado. Awalnya saya baca itu di jabarsatu, lalu saya googling dan ternyata cukup banyak tuh portal media online yang mengangkat cerita se...
Tolikara dan Speaker yang Membesar
Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan berita penyerangan jamaah salat Idul Fitri dan pembakaran masjid serta kios-kios di Tolikara, Papua. Ketika itu terjadi, serentak semua orang bicara. Pakar, non...
Gigi Raffi Kelihatan di TV
Selain teguran KPI terhadap acara kawinan Raffi Ahmad, kemarin katanya Menkominfo sudah “menyatakan prihatin” pada stasiun TV yang menayangkan kelahiran anak Raffi dan Nagita. KPI pun tampaknya sudah ...
Awas, Saya Anak Jenderal!
Siapapun yang membaca buku Sketsa-Sketsa Umar Kayam: Mangan Ora Mangan Kumpul pasti kenal tokoh Mister Rigen (seorang pembantu rumah tangga asli Pracimantoro yang punya anak bernama Beni Prakosa), ser...
PR Besar di Depan 411 dan 212
Dalam episode pertama season pertama serial The Newsroom, ada scene dimana tokoh Will McAvoy ditanya oleh seorang mahasiswi—yang belakangan diketahui bernama Jennifer Johnson—begini, “Can you say why ...
Lewat Asimilasi, Menuju Koperasi yang Tak Mati-Mati
Ada kabar yang menyebutkan bahwa tahun 2016 kemarin, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah akan membubarkan 61 ribu Koperasi di seluruh Indonesia.[1] Ah, semoga ada yang benar-benar melihat b...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

5 thoughts on “Preman Pensiun dan HP

  • 11/07/2015 at 08:22
    Permalink

    Tapi handphone yg dipakai kebanyakan bukan tipe smartphone, hp biasa buat bicara dan sms aja. Mungkin memang hp jenis itu yg banyak dipakai preman, ya

  • 11/07/2015 at 09:34
    Permalink

    Ah, betul. Adegan itu banyak pisan. Saya suka adegan Kang Mus meminggirkan motornya saat hendak menerima telepon di jalan. Preman yang bageur. Hehe

  • 11/07/2015 at 11:36
    Permalink

    hp yg dipakenya keliatan keren aja nada deringnya masih pake nokia jadul 😀

  • 20/07/2015 at 09:27
    Permalink

    Ga apa-apa, nanti nonton aja di Yutub, pasti ada aja yang posting

Leave a Reply

Your email address will not be published.