Tips Agar Lelaki Mengantri Cintamu

Kemarin sore di tempat kerja ada obrolan-nggak-terlalu-penting antar saya dengan temen kantor, perempuan. Dia cerita bahwa ada temen kampusnya—perempuan juga—yang punya kebiasaan kalo lagi single akan nerima lelaki manapun yang nyatain ke dia. (Saya langsung berusaha minta nomer HP perempuan itu, berharap satu saat saya ketemu saat temennya itu lagi single). Dari keseluruhan ceritanya itu, ada satu hal yang menggelitik, tepatnya di bagian: dia akan nerima cowok manapun… eh buset, itu luar biasa nekat dan berani. Gimana kalo yang nyatain dia psikopat atau cowok-satu-istri-dua-anak. Bisa juga lebih parah cowok-dua-istri-satu-anak-lima-cucu, masa mau diterima juga?

Terus teman saya ini lanjut cerita—sekalian curcol—“Anehnya banyak banget cowok yang nyatain ke dia, sampe ngantri. Pernah sehari sampe tiga orang, cuma beda jam doang. Kalau ke saya kok nggak pernah begitu!” (tuh kan endingnya curhat…)

Saya tanya: “Cantik nggak orangnya?” (Simpel aja… ini logika dasar, banyak yang nyatain = cantik. Tapi ya nggak selalu begitu sih rumusnya. Ada juga sih jenis-jenis perempuan cantik yang nggak sampe bikin para lelaki ngantri. jadi logika dasar saya jgua tidak selalu berlaku, tapi setidaknay cukup masuk akal)

Terus dia jawab begini: ”Cantik sih, tapi dia selalu kelihatan murung dan mukanya sedih terus. Bukannya cowok suka cewek ceria?”

Gotcha! Itu misterinya! Langsung saya menukas, “Ya iya lah, dia cantik tapi tampak punya masalah, itu yang bikin cowok ngantri…”

Logika jawaban saya (lagi-lagi) sederhana: sama dengan banyak perempuan yang ingin jadi princess, alam bawah sadar para lelaki juga secara nggak sadar membentuk feel dia untuk jadi pangeran berkuda putih, yang kerjaannya ngelawan naga dan nyelametin seorang putri cantik di menara gelap dan bau pesing. Jadi kalau ada perempuan kelihatan murung dan bermasalah—apalagi cantik—biasanya naluri lelaki adalah ingin selalu hadir di sebelah perempuan itu dan bikin dia tersenyum lagi.

Maka dalam hubungan gombal antara dua spesies ini, terciptalah kalimat dari mulai yang paling biasa macam: “Kamu udah makan?”, “Kok belum tidur?” sampe yang paling gombal macam “Kamu lagi perlu pundak ga? Aku ada nih, mau pake yang mana? Kiri apa-kanan?”. Itu bukan semata-mata si lelaki perhatian, tapi itu adalah tanda bahwa dia ingin menyelesaikan masalah si perempuan, apakah perempuan itu lapar? ngntuk? atau sedang perlu sandaran?

Iya iya saya harus akui, para lelaki memang suka menjadi pahlawan di mata perempuan. Itu juga mungkin yang menyebabkanada jenis-jenis lelaki yang kadang risih kalo nemu perempuan yang tampak sedikit pintar. Sering kan kita denger cerita ada hubungan retak cuma gara-gara perempuan punya sesuatu yang lebih, misalnya: gaji lebih gede, jabatan di kantor lebih tinggi, atau sejenis itu lah.

Nah, curcol sore itu ditutup dengan pertanyaan: “Jadi kalo saya mau diantriin cowok juga gimana dong?”

Saya jawab: “Cuma dua pilihan, kamu mesti kerja di front office pijat plus-plus, atau membiarkan dirimu tampak sedikit menderita. Nggak usah menderita beneran, cukup sampe tahap bisa memancarkan sinyal bahwa dirimu itu ‘sedikit’ lemah dan perlu pertolongan “

Temen saya bengong, saya nyengir. Well, memangnya mau jawaban apalagi? []

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Pengalaman Baru: Ngisi Materi OPS
Kemaren kan saya posting tulisan soal kena cacar air, nah sebenarnya pas banget lagi demam-demamnya (tapi si cacar belum keluar, tepat banget sehari sebelum bintil pertama muncul di muka) saya dapat u...
Setelah Enam Tahun
Kemarin, saya mengirim novel lagi ke penerbit, sebuah naskah yang sudah ditulis hampir enam tahun (September 2006 – Juni 2012). Kalau terbit, ini akan jadi novel keenam saya. Lho, selesai ditulis tah...
Filsafat Itu Seperti Pornografi
Seorang teman menulis status Facebooknya, statusnya tidak penting. Tapi dibawahnya ada 70-an komentar, yang salah satunya cukup mengganggu saya karena isinya: "Makanya jangan belajar filsafat, ka...
Impaksi 01: Apa Sih Impaksi?
Kemarin, untuk kedua kalinya saya menjalani bedah gusi gara-gara impaksi. Operasi yang pertama sudah agak lama, sekitar Juni 2015. Waktu itu setelah rontgen baru ketahuan kalau gigi saya yang impaksi ...
Jangan Tarik Saya Dulu
Ada saatnya kita ingin membuka lembaran baru, dan terkadang itu mengharuskan kita melepaskan tumpukan sampah masa lalu. Saya mulai paham soal itu sejak sebulan yang lalu. Tepatnya sejak saya menginjak...
Tentang Ferdie, Bennington, dan Meja Bundar
(1) Dalam dua hari, timeline saya dipenuhi oleh dua berita kematian. Semuanya terasa ganjil sekaligus menyesakkan tanpa alasan yang jelas. Ganjil karena jelas-jelas saya tidak mengenal satupun dari p...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

Leave a Reply

Your email address will not be published.