Selamat Datang Cacar Air!

Hehe, sudah dua hari ini saya kena cacar air. Eh beneran, banyak teman yang heran kenapa saya baru ngerasin cacar di umur segini (ga akan bilang umur berapa!) tapi memang yang orang tahu penyakit cacar itu akan datang pas kita masih anak-anak. Jarang yang datang pas udah gede.

Ya, ada sih satu-dua cerita orang dewasa kena cacar, bahkan ada saja orang yang dua-tiga kali kena cacar, tapi jarang kita dengar. Padahal kalau saya cari-cari data di internet, banyak juga kok kasus orang dewasa cacar. Jadi penyakit ini bukan monopoli anak kecil aja kok. Lalu sebenarnya sih tidak menutup kemungkinan adanya serangan cacar yang berulang kalau daya tahan tubuh seseorang itu lagi turun banget.

Nah, kalau seingat saya sih memang dari kecil belum pernah cacar, nggak tahu kenapa, mungkin karena memang kebetulan di sekitar tempat saya main tidak ada anak yang sedang cacar? Atau mungkin ini tandanya baru kali ini saya menginjak usia dewasa? Berarti setelah cacar saya lanjut menginjak masa puber, gitu? Halah! Tapi anehnya, ketika konfirmasi ke ibunda, beliau bersikeras bahwa saya sudah pernah kena cacar di usia tiga tahun, berarti kalau begitu ini adalah cacar kedua! Waw… ini kasus langka! Bisa masuk MURI ga? Atau minimal acara on the spot, gitu? PLAKK!

Efek dari cacar di usia segini ternyata lumayan ngerepotin, antara lain saya terpaksa ijin seminggu dari tempat kerja, soalnya ga mau orang takut ngeliat muka saya (muka biasa aja juga udah nakutin, apalagi ditambah bintil-bintil cacar!), sebab ternyata beda lho reaksi orang liat anak-anak cacar dengan ngeliat manusia dewasa cacar. Tapi jadi bisa liburan dong? Huh… siapa bilang, saya tetep harus bawa kerjaan ke rumah! Dan kemaren pas maksain naik motor buat ngambil berkas-berkas kerja, aduh itu yang namanya di jalan muka kena angin gatel sangat! Saya baru tahu kalau orang cacar itu rasanya nggak enak banget kalau kulitnya kena angin dan debu jalanan.

Lalu keribetan kedua, mesti inisiatif ngeborgol tangan sendiri… karena dikit-dikit reflek pengen megang bintil-bintil yang rasanya makin hari makin mengkilap, heu… soalnya gatel sih, dan sensasinya mecahin bintil itu mirip sama mecahin bubble wrap! (Iya… iya tahu… bintil-bintil itu nggak boleh dipecahin sendiri karena nanti bekasnya jadi dalem, iya tahu… baru mecahin 3-4 bintil aja kok, itupun yang di punggung… bukan di muka)

Tapi untungnya ga ada pantangan makanan untuk penyakit cacar begini, malah kata dokter dianjurkan banget makan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C (seger-seger tuh!) dan banyakin juga asupan vitamin E buat kulit yang bisa didapat dari minuman lidah buaya atau rumput laut (nyam… nyam, es rumut laut!)

Yah intinya semoga cepet sembuh aja deh, aamiin! Lagipula siapa juga sih orang yang mau sakit lama-lama :-)

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Mudiko Ergo Sum
Sebenarnya, apakah "m u d i k" itu? Apa? Mudiko ergo sum, "saya mudik maka saya ada", begitu? Pulang kampung, maka eksistensi menggelembung? Anda penjual bakso di sekitar Monas, ya...
Ini Curhatan Soal Fokus…
Apa yang bisa seorang penulis lakukan jika tiba-tiba nerima pesan dari seseorang yang bilang begini: “aku tunggu novel komedi brikutnya, haha… aku tunggu, aku beli kok kalau dah jd novel” Well...
Siapa Saya?
Kalau ditarik ke belakang, selama 5-7 tahun ini sebagian teman-teman mengenal saya sebagai filmmaker, sebagian lagi mengenal saya sebagai penulis (tapi juga jadi tidak relevan lagi karena novel terakh...
Apakah GNB Masih Diperlukan?
Gerakan Non Blok (GNB) atau yang dalam bahasa politik internasional disebut sebagai NAM (The Non-Aligned Movement) adalah sebuah gerakan yang tidak menganggap dirinya beraliansi dengan atau terhadap b...
Pemaksaan Perspektif
Betapa sering kita memaksakan perspektif kepada orang lain? Seolah kita bisa memetakan detail yang mereka hadapi dan memberi komentar seolah kita adalah orang yang paling mengerti situasi. Hingga pada...
Saya Mulai Takut Menghidupkan Telepon Genggam
Beberapa hari belakangan ini dengan sengaja dan sukarela saya memang mematikan telepon genggam. Awalnya karena ikut acara Family Camp selama dua hari di daerah Sangatta. Namanya kemping tentu disertai...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

4 thoughts on “Selamat Datang Cacar Air!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *