Bintang Porno Di Cover Buku

Tadi sempat baca berita ringan di vivanews, katanya di Thailand ada sebuah buku paket matematika terbitan MuangThaiBook yang laku banget, usut punya usut ternyata diduga buku itu laku bukan karena isinya, tapi karena di sampulnya ada gambar seorang bintang porno Jepang bernama Mana Aoki. Gambar tersebut diambil dari teaser video bertajuk ‘Costume Play Working Girl’. (hayo, langsung pada searching! Hehe)

Kalau nggak salah info sih, sejak diterbitkan lakunya sudah sampai 3000 eksemplar, euh… (mungkin) bukan angka yang fantastik juga kalau dibandingkan dengan kebiasaan di dunia pendidikan Indonesia yang buku-buku paketnya (biasanya) sudah ikat kontrak dengan sebuah sekolah, sehingga pasti kejual lebih dari itu. Tapi mungkin kalau bukunya dijual bebas—apalagi buku matematika—angka itu termasuk luar biasa.

Banyak yang menduga (dan pastinya sih) si tukang bikin covernya malas membuat foto sendiri dan malah cari gambar di Google. Lah tapi kok ya malah gambar itu yang dipilih? Tinggal masuk google, dan cari keyword “pretty teacher” juga banyak gambar yang mantep dan bukan bintang porno (pengalaman…#sigh!)

Tapi soal bintang porno yang nyelip di sampul buku macam begini saya juga pernah nemu satu. Jadi suatu ketika pas maen ke obralan buku di Gramed, ternyata ada satu buku, judulnya “Catatan Harian Karmina”. Buku ini dilabeli sebagai juara III Jenis Cerita Drama Lomba Penulisan Naskah Cerita dan Video Cerita Badan Informasi dan Komunikasi Nasional… well dan tentu saja, covernya BOMBASTIS sekali! Lihat saja di gambar, ini sih nggak akan dikasih tahu juga pasti sudah tahu namanya, atau nggak tahu namanya pun minimal kebayang lah kira-kira siapa.

Mungkin lantas wajar jika muncul pertanyaan: apakah menampilkan bintang porno yang memakai baju lengkap di sebuah cover buku itu termasuk tindakan pornografi?

Itu silahkan dibicarakan, dan pasti akan pro kontra. Saya nggak akan bahas itu deh, ribet dan nggak terlalu menguasai data-datanya buat ngomong. Daripada salah, iya kan? Tapi saya cuma ingin bilang bahwa akan lebih baik kalau kita itu pakai gambar bikinan sendiri untuk kerja bikin sampul buku, apalagi buku yang akan dikomersilkan. Takutnya kejeblos sama kejadian macam gini, kan ribet.

Makanya tepat sudah langkah pemerintah Thailand yang langsung mengeluarkan aturan kepada para penerbit buku untuk tidak mengambil konten apapun dari Google. “Desain sampul dan buku hanya boleh mempergunakan gambar dari hasil desain sendiri. Jangan lagi mencari gambar di internet,” begitu kata Sekretaris Jenderal Komisi Edukasi, bapak Dr. Chaipruek Serirak.

Semoga kedepannya Indonesia juga bisa mengeluarkan peraturan serupa

…dan yah, saya sih curiga ini pasti cewek yang bikin covernya… 😀 iya pasti cewek beneran, bukan cowok. Soalnya kalau cowok “biasanya” tahu itu siapa yang di covernya, kalau dia tahu masa sih masih nekat dipasang? heu heu…

__________________________________
Saya tidak menganjurkan, dan tidak bertanggungjawab pada pembaca yang setelah membaca langsung melakukan searching yang berkaitan dengan beberapa kata kunci di postingan ini 😀

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Meneliti Industri Film Porno (Amerika)
Tidak bisa dipungkiri bahwa film porno itu ada, film ini merupakan varian dari romantic films (yang di dalamnya juga ada kategori semi-porno, sexual films, dan erotic films), dan termasuk ke sebuah ge...
Menulis Dengan Pintu Tertutup
Malam ini saya gembira, sebab novel yang sudah saya kerjakan (kami kerjakan, karena saya dapat banyak bantuan dari mbak Latree Manohara) sekitar lima tahun akhirnya selesai ditulis. Saya mulai pada bu...
Mau Bagi-Bagi Buku (Lagi)
Untuk kedua kalinya dalam waktu setahun ini saya kembali harus menguras rak buku. Yang pertama bulan Februari 2016, saya melepas sekitar 75 buah buku ke sebuah acara pemutaran film yang menyediakan ju...
Kematian dan Postmodern Jukebox
Dalam proses menulis novel ini, saya terus memikirkan dua hal: yang pertama tentang kematian, dan yang kedua tentang Postmodern Jukebox. Saya kesampingkan dulu yang pertama, saya ingin membahas soal k...
Latte, Adalah Kopi Saya Hari Ini
Seorang senior saya di Forum Lingkar Pena—saya pernah menyebut namanya di tulisan ini—pernah berkata: Kalau kamu ingin menulis tapi merasa lelah, ya istirahat dulu. Tapi kalau kamu ingin menulis tapi ...
Bercengkerama dengan Kematian dalam 'Meja Bundar'
Kita bisa sama-sama setuju kalau kematian adalah hal yang tabu untuk dibicarakan, jika kamu tidak merasa begitu, mungkin setidaknya lingkungan sekitar kita yang merasa hal itu tabu. "Ih, apaan s...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

Leave a Reply

Your email address will not be published.