Tips Cari Makan di Tempat Wisata

Berita soal ada pengunjung yang terjebak makan dengan harga sejuta di pantai Anyer, Karang Bolong sudah pernah kita dengar. Iya sih gimana nggak bikin heboh, dihitung sebagai tempat wisata saja harga makanan segitu itu mahal—Apalagi, dilihat dari bentuk warung, kualitas makanan, dll—meskipun sebenarnya “tidak perlu jadi heboh juga” karena praktek memahalkan makanan di luar akal sehat ini sebenarnya merupakan pengulangan-pengulangan saja.

Karena sebenarnya bukan cuma di Anyer, di Indonesia sudah banyak kasus pengunjung terjebak makanan harga selangit di sebuah area wisata, bahkan di Jakarta saja (yang notabene merupakan ibukota, bukan tempat wisata beneran) banyak cerita soal makanan yang harganya tidak masuk akal. Misalnya, pernah ada cerita soal teh botol di Monas yang sampai seharga 150-200 ribu. Atau di area PRJ bisa kita temukan tiga piring nasi goreng + teh botol seharga 700 ribu!

Kalau kita tidak mau bayar? Gampang… tukang warung akan manggil preman setempat, tuduhannya jgua sudah bisa diduga: kita makan nggak mau bayar. Begitu si preman datang, resiko terdekat ya kita digebukin, kalau lagi sial ya barang-barang diambil. (mending sampai disitu, kalau digebukin sampai mati? waduh… nggak deh). Jadi jelas dong kalau praktek-praktek seperti ini endingnya jelas kental banget dengan unsur kriminalitas.

Maka dari itu, untuk amannya kita perlu beberapa trik kalau mau pergi ke tempat wisata yang kita belum kenal banget, atau kebetulan nggak ada temen kita yang bisa bantu memandu. Beberapa triknya antara lain:

  1. Untuk makanan, usahakan bawa bekal (baik itu nasi dan sejenisnya) dari rumah, mau masak sendiri atau beli dari warung makan langganan dekat rumah juga bisa sih. Selain terjamin lebih sehat (kalau beli di warung langganan, kan minimal kita sudah tahu harga serta kualitas makanan di sana), kita pun punya ruang lebih luas untuk memilih menu.

  2. Kalau memang kepepet banget tidak bsia bawa bekal dari rumah, usahakan jangan langsung makan tanpa tanya harga seporsinya dulu. Makanya yang aman tuh kalau kita dikasih daftar menu yang ada harganya, dari sana kita bisa ngitung pengeluaran. Soalnya kalau kita nggak nanya, pas kebagian pedagang yang jahil, yang ada mereka nembak harga semaunya dan kita yang sialnya.

  3. Sekali lagi, untuk kondisi tidak bsia bawa bekal dari rumah, akan lebih baik kalau kita cari makan di luar pula area wisata karena kebanyakan harganya masih bisa masuk akal. Ada warteg, ada nasi padang, atau restoran pinggir jalan. Tapi ya itu tadi, jangan lupa nanya harganya dulu, biarin disebut kepo atau udik juga, yang penting dompet selamat.

  4. Jangan lupa googling, Tuhan sudah ngasih ke Google kita. Mesin pencari yang banyak gunanya, pakai itu, cari-cari info soal tempat wisata yang kita kunjungi. Apa sarana yang bisa dimanfaatkan? pernah ada kejadian apa disana? apa yang mesti diwaspadai? terutama juga cari soal makanan, apa ada warung murah, kuliner khas, cari nama makan plus harganya, pokoknya cari data yang lengkap deh. Sama fotonya kalau perlu.

Karena sayang banget, makan nggak seberapa, tapi harus keluar uang yang tidak sebanding. Mau marah, ya makanannya kan sudah ditelan. Serba salah kan?[]

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Nasi Goreng "Kuntilanak"
Sambungan dari "Nasi Goreng Papua" Nah, nasi goreng ketiga yang saya jauhi adalah nasi goreng di sebelah utara base-camp. Jadi yang ini ceritanya waktu saya dan teman-teman kepentok deadli...
Angkringan dan Demokrasi
Sudah tiga hari ini saya ada di Yogyakarta, ikut workshop penyutradaraan. Nanti aja deh cerita soal workshopnya, sekarang saya cuma mau cerita soal gerai makanan khas Yogya yang namanya ANGKRINGAN. S...
Ini Indomaret di Surga!
Saya belum pernah merasa sebahagia ini ketika masuk Indomaret. Oh, sebelum dilanjut… penyebutan Indomaret ini sama sekali bukan iklan, kebetulan saja toko yang saya masuki adalah Indomaret. Kalau misa...
Bersastra dan Bersantai di Rumpun Ariadinatan
Selain dikenal sebagai kota pelajar, Yogyakarta juga identik dengan kota budaya dan kota pariwisata. Berbagai hal yang berkaitan dengan dua hal tersebut dapat kita temui di kota ini. Mulai dari soal k...
Catatan Bontang #2: Selangan
Selama tiga minggu dia di Bontang ini, saya jarang kemana-mana, cari makan, ambil duit di ATM cuma di sekitaran kosan, paling yang agak jauh pas beli bensin. Itulah sebabnya selama disini saya baru bi...
Merajut Mimpi Lewat Singkong dan Pisang
Singkong dan pisang, sebuah bahan makanan yang cenderung dianggap tradisional dalam budaya bangsa Indonesia, sehingga dalam artian tertentu kedua makanan ini seolah telah habis varian-variannya karena...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

13 thoughts on “Tips Cari Makan di Tempat Wisata

  • 06/09/2014 at 19:16
    Permalink

    Iya bener banget. Harus hati-hati kalau mau ke tempat wisata harus diperhitungkan mau makan dimana atau bawa bekal. Kalau saya biasanya males bawa bekal, makannya ditempat yang jauh dari wisatanya. Hehe.

  • 06/09/2014 at 20:25
    Permalink

    beli di tempat yang jauh, terus bungkus ya mbak 😀

  • 06/09/2014 at 21:37
    Permalink

    Ya benar kak… Hehehehe makasih ya kak atas tips. Memang pepatah “malu bertanya sesat dijalan” itu memang benar2 ampuh.

  • 08/09/2014 at 06:24
    Permalink

    terutama ya itu tadi, gunakan Google kalau malu nanya, hehe

  • 08/09/2014 at 20:06
    Permalink

    Alesan ke atm ambil uang trus kabur, wkwkkw nggak ding ya balik lagi dooong

  • 08/11/2015 at 06:44
    Permalink

    nah itu makanya yg aku sebal sering mahalnya keterlaluan tapi ada juga tempat wisata yg tak menginjinkan bawa makanan

  • 08/11/2015 at 12:34
    Permalink

    nah itu… paling aman ya bawa bekel sendiri, memang agak merepotkan tapi yg pasti lebih sehat dan aman

  • 08/11/2015 at 22:45
    Permalink

    emang gila ya.. matok hara nggak kira-kira. mending enak… udah rasanya pas-pasan, harga mahal.

  • SiHendra
    10/11/2015 at 04:21
    Permalink

    ngumpet aja bawa makanannya 😀

  • SiHendra
    10/11/2015 at 04:21
    Permalink

    ..dan hemat dompet 😀

  • SiHendra
    10/11/2015 at 04:23
    Permalink

    yang paling ribet adalah… kadang kita ga tahu juga harga wajar di situ. Jadi kalaupun mereka dengan harga “wajar” nembak kita nggak tahu juga. Misalnya, aku pernah beli kerak telor harga 11 rebu… nggak terlalu ditembak sih, tapi ya nggak tau juga harga wajarnya berapa

  • SiHendra
    10/11/2015 at 04:24
    Permalink

    … jadi bisa nabung buat jalan-jalan lagi 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.