Catatan Kala Subuh: Teringat Sahabat Lama.

Masih sama, seperti beratus-ratus subuh sebelumnya, membuka laptop, menekuni lagi tulisan yang tidak kumengerti…

Teringat:
“It’s a big thing for me!” kalimat itu meluncur berulang-ulang dari bibirnya. Kupandangi bibir itu, kupandangi dia, dia tidak sama seperti yang kukenal dulu, tapi setidaknya aku cukup senang dia masih jadi manusia yang mempertahankan identitasnya. Misalnya : menjadi fume di tengah orang-orang tidak fume…

Teringat:
Ketika kita berbagai segelas mixed cappucino, ketika dia menjerit kecil-kegirangan tentu- melihat sapo ayam nya datang, ketika kita makan di sebuah cafe bermusik triphop. Kita bicara hingga lupa waktu, datang, ditegur boss, tapi tidak apa, setidaknya aku tahu sesuatu tentang dia

Teringat:
Dia sudah bertunangan, who is the unlucky guys? candaku, dia tersenyum tapi lalu (seolah) membenarkan “unlucky?” dia mengerutkan kening, lalu seperti biasa melanjutkan makannya tanpa ekspresi tertekan. Lalu kita bicara tentang konyolnya aku, menyatukan foto kita dan berkhayal kalau kita punya anak jadinya seperti apa? Mungkin memang terlalu konyol hingga malam itu, ketika dia melihat foto konyol-konyolan tadi, dia bertanya lewat chat “lu mau merried sama gue?” aku cuma tersenyum, “aku sudah kawin, tapi banyak cowok di luar sana yang pasti mau, siapa yang tidak mau sama kamu?” begitu balasanku tapi sebelum sempat tombol Enter ditekan, jaringan putus… kami belum chatting lagi

Teringat:
Aku berulang-ulang bertanya padanya “jadi lu mau ninggalin kita?” dan kita membahas itu cukup lama hingga sebenarnya kita sendiri tidak tahu apa yang sedang dibahas (mungkin maksudnya aku), jadi hari itu berakhir dengan pertanyaan yang sama, setidaknya buatku

Teringat:
Dia adalah perempuan paling kontradiktif yang pernah kukenal… tak usah dibahas…

Teringat:
Bisakan satu waktu nanti, harmonikaku yang sumbang dipadukan dengan gitar dan suaranya?

Waktu berlalu, aku menginspirasikan sebuah kehilangan pada lembar kesekian dari catatan pribadiku, salah satunya tentang dia. Entah kenapa, ada yang terasa berat ketika dia membeberkan rencana hidupnya, aku ini kenapa?

Maka aku merenung sambil menikmati pendar-pendar TV, menonton Wall-E untuk kesekian kali, berusaha menangkap wajah polos dan sendiri ketika Eve tiba-tiba mati dengan sebatang pohon di perutnya. Bagaimana mereka melihat sunset bersama, bagaimana mereka berperahu bersama… kala itu mereka bersahabat… begitu indah…

Malam itu:
“Thanks ya” kutangkap tangannya sekilas sebelum dia menghilang di sebuah sedan merah, aku ingin dia kembali, entah kenapa, aku merasa kita berdua ditakdirkan untuk saling menggenapi…

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Ketika Aku dan Dia Menjelma Diam
FADE IN Sore... maghrib... senja (aku tak mengerti lagi sebutannya). Tiga kali film Jermal ini diputar di ruangan ini, ruangan kayu... aku mendengarnya lewat udara. Ketika itu, ada dia, bernyanyi kac...
Selamat Datang Cacar Air!
Hehe, sudah dua hari ini saya kena cacar air. Eh beneran, banyak teman yang heran kenapa saya baru ngerasin cacar di umur segini (ga akan bilang umur berapa!) tapi memang yang orang tahu penyakit caca...
Paket Video Wedding: No Way!
Dari dulu, PH tempat saya kerja mengerjakan hampir semua jenis film: video klip, iklan, animasi, film panjang, film pendek, liputan acara, dan banyak lagi. Tapi ada satu job yang sering banget kita ...
Catatan The Raid: Sebaris Bersama Alay
Sebenarnya bukan pilihan saya untuk nonton sendirian ke bioskop, memang rasanya lebih nyaman kalau bareng-bareng biar rame. Tapi kemarin saya terpaksa nonton The Raid sendirian di Ciwalk XXI, soalny...
Pustun
Pada suatu pagi seorang gadis terbangun dan mendadak ingin sekali menjadi pustun. Keinginan itu berdentam-dentam dalam otaknya, membuatnya sangat gelisah dan berkeringat dingin. Rasanya jantungnya ber...
Sahabat Museum, Menghangatkan Museum
Bila kita mendengar kata “museum”, biasanya pikiran kita langsung terasosiasi pada sebuah bangunan besar, luas, bernuansa temaram, dingin, dan sepi. Gambaran ini tidak terlalu mengherankan karena pada...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

Leave a Reply

Your email address will not be published.