Ketika Aku dan Dia Menjelma Diam

FADE IN

Sore… maghrib… senja (aku tak mengerti lagi sebutannya). Tiga kali film Jermal ini diputar di ruangan ini, ruangan kayu… aku mendengarnya lewat udara. Ketika itu, ada dia, bernyanyi kacil, membayangkan gitarnya menari, hari ini dia mengakui kalau dia sedang gembira Ingin kutanya: “Berapa nada keluar dari senarmu?” Dia sudah menjawabnya dengan riang :

“tahu nggak… aku terlambat tadi… karena…”

CUT TO

aaa

01.INT.RUANG BERKARPET USANG. MALAM

Aku mungkin baru sadar besok pagi, setelah tidur cukup lelap. Besok waktunya membuka lagi laptopku, meneruskan pekerjaan, membereskan hutang-hutang (tiga artikel? satu skenario? sanggup? entahlah…). Kini malam memanjang, dia sudah tidak bernyanti-nyanyi kecil lagi, mungkin dia bernyanyi dalam hati… entah apa peduliku? hei, aku peduli padanya… Kudengar adzan mengalir, aku mematikan lampu… Oh ya, aku dan dia baru saja menyelesaikan sebuah karya, sekarang kami masih merasa sama-sama extase…

CUT TO

02. INT. RUANG KOSONG. MALAM

Cerita apa yang dimulai dari sebuah kehampaan? dua kali dia keguguran… aku mendengarnya dari barisan kata yang orang sepakat menyebutnya SMS. Ingin kutanya: Apa yang sudah dilakukan suaminya padanya hingga dia bisa seperti itu? Alam sudah menjawabnya: Cinta.

Adzan berhenti, ada ruang kosong yang ingin terisi, apakah aku harus pulang?

Aku menatap ke belakang, “Jermal” sedang di fast forward (oleh siapa? mungkin oleh Tuhan…). aku menatap dari balik bahunya, entah apa yang dia tulis, tapi yang jelas dia menuliskan perasaannya. Aku? masih kosong, masih merasa ada yang lepas tak terjaga… Mungkin dia… Ah, mungkin aku harus segera pulang…

aaa

FADE OUT
CREDIT TITLE
END

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Tips Agar Lelaki Mengantri Cintamu
Kemarin sore di tempat kerja ada obrolan-nggak-terlalu-penting antar saya dengan temen kantor, perempuan. Dia cerita bahwa ada temen kampusnya—perempuan juga—yang punya kebiasaan kalo lagi single akan...
Kerudung Kamu Halal? Kalau Kamunya? #EH
Kemarin-kemarin sempat sebuah produk kerudung jadi trending topik yang lumayan rame, nama produknya nggak usah disebut disini lah, soalnya ntar disangka ngiklan—nggak dibayar pula buat promosi—sebab p...
Impaksi 02: Operasi di RSGM
Di postingan sebelumnya, saya cerita bahwa untuk kedua kalinya saya menjalani bedah gara-gara impaksi gigi geraham bungsu. Operasi pertama saya lakukan tahun 2015, dan operasi kedua sekitar semingguan...
Apakah GNB Masih Diperlukan?
Gerakan Non Blok (GNB) atau yang dalam bahasa politik internasional disebut sebagai NAM (The Non-Aligned Movement) adalah sebuah gerakan yang tidak menganggap dirinya beraliansi dengan atau terhadap b...
Sahabat Museum, Menghangatkan Museum
Bila kita mendengar kata “museum”, biasanya pikiran kita langsung terasosiasi pada sebuah bangunan besar, luas, bernuansa temaram, dingin, dan sepi. Gambaran ini tidak terlalu mengherankan karena pada...
Mari Mengobrol Seperti Domino
Berapa lama waktu yang pernah kita habiskan untuk mengobrol dengan seorang kawan? Ingat, hanya seorang, bukan mengobrol dalam grup. Satu jam? Dua jam? Empat jam? Ketika masih kuliah, saya pernah meng...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

Leave a Reply

Your email address will not be published.