Jill Gladys: Penyelamat Kawin Laris

Ada beberapa film Indonesia yang memiliki cute factor hingga kita punya alasan untuk menontonnya meski ceritanya sendiri busuk. Nah, yang namanya cute factor itu ada banyak macamnya, tapi kebanyakan sih sebuah film selamat karena faktor orang-orang yang mainnya. Misalnya film Jomblo (Hanung Bramantyo, 2006) itu ada Agus Ringgo, atau Radio Galau FM (Iqbal Rais, 2012) yang layak tonton karena akting dua pemeran utama (lupa namanya). Nah, khusus untuk film Kawin Laris (Cassandra Massardi, 2009)—yang ternyata bisa saya tonton sampe selesai—itu bisa selamat gara-gara kehadiran Jill Gladys!

Seriusan, faktor terpenting yang bikin film Kawin Laris layak tonton adalah cewek satu ini. Karena di film itu, Jill juga nggak hadir untuk menyambungkan cerita atau jadi benang merahnya, tapi–mungkin khusus penonton cowok—melihat Jill disana bisa jadi ajang cuci mata yang efektif. Ketika pertama ngeliat Jill di film itu, saya langsung pengen nikahin dia punya firasat ini cewek bakal jadi satu-satunya alasan namatin film. Yah, memang bener sih… permainan karakter dia yang jadi cewek lugu-imut-unyu-manis-culun-polos setidaknya mengimbangi lurusnya akting Zumi Zola, lebaynya akting Edric Tjandra dan super lebaynya akting Vincent-Candil.

Tapi jujur aja, setelah itu saya belum pernah nonton film yang ada dia lagi. Kemarin sempat sih punya niat nonton Diaspora Cinta di Taipei (Hasto Broto, 2014) cuma mendadak jadi agak “khawatir” sama filmnya kalau ngejar nonton ke bioskop, euh… padahal saya baru baca sinopsinya saja, hehe…

Yah, saya berharap kedepannya semoga Jill tetap bisa hadir sebagai penyelamat film-film busuk Indonesia, maksudnya… saya nggak berharap dia terus-terusan main di film busuk, tapi kalaupun misalnya “terjebak” disana, ya… sepertinya saya tetap punya alasan menontonnya sampai habis

#NontonKokPakaiHormon #HUSH

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Mbak Sora Aoi, Sini Tinggal Saja di Indonesia
Agak berlebihan kalau saya bilang: "Saya memiliki kedekatan dengan sosok Sora Aoi", preeett... bisa-bisa tudingan perdana muncul "Oh, suka nonton filmnya ya?" Eh, tapi kalau itu ya...
Madeline Carroll, The White Queen
Awalnya, saya suka banget nonton film Flipped (Rob Reiner, 2010). Pertama jelas karena ceritanya yang bagus, menurut saya film ini adalah salah satu bentuk adaptasi novel yang berhasil. Kedua karena a...
Michelle Rodriguez, Serem tapi Seksi
Kapan ya saya pertama kali lihat dia? Oh…  kalau nggak salah pas nonton Resident Evil (Paul W.S. Anderson, 2002) itu seri yang pertama, seri yang paling rame meski saya agak kecewa karena nggak sesu...
Ungsumalynn Sirapatsakmetha: The Plern
Kali ini saya akan kasih seorang cewek dari Asia Tenggara... tepatnya Thailand! namanya lihat sendiri di judul, saya nggak tahu itu gimana cara ngapalin nama sendiri, cara pengucapannya juga agak susa...
Olivia Lubis, si Anak Baik
Baiklah, setelah beberapa episode gue menampilkan aktris luar, sekarang waktunya kembali ke artis Indonesia. Dan yang jadi “korban” kali ini adalah Olivia Lubis Jensen. Menurut data di Wikipedia, dia...
Tips Agar Lelaki Mengantri Cintamu
Kemarin sore di tempat kerja ada obrolan-nggak-terlalu-penting antar saya dengan temen kantor, perempuan. Dia cerita bahwa ada temen kampusnya—perempuan juga—yang punya kebiasaan kalo lagi single akan...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

Leave a Reply

Your email address will not be published.