Indonesia Sedang Hamil

Setiap kali mengedit film–terutama tipe film non-fiksi–saya selalu merasa diri tambah pintar beberapa strip. Karena biasanya film-film jenis ini melibatkan pakar di bidang tertentu, yang secara pribadi orang seperti saya akan susah ketemunya (apalagi sampai ngobrol), atau kalaupun mau mendapat materi yang dia bicarakan seharusnya bayar sekian dan sekian. Tapi sebagai orang yang mengedit rekaman syutingnya, tentu saya bisa mendengar semua materi pakar itu berkali-kali sampai saya bosan, dan itu semua merupakan kesempatan saya belajar sesuatu dengan gratisan (bahkan dibayar).

Termasuk proyek saya yang terakhir. Dalam rekaman sepanjang 30 menit yang saya edit selama hampir seminggu ini, Bapak Prof Hermawan K. D menguraikan banyak hal tentang Indonesia. Banyak yang nyangkut di otak, satu-persatu akan saya tulis dalam bentuk status panjang. [videonya bisa dilihat disini]

Pertama, adalah uraiannya tentang kondisi Indonesia yang tampak sedang sakit. Sudut pandang seperti ini membuat beberapa orang jadi pesimis pada Indonesia, bayangan akan keindahan negara lain pun berseliweran di otak, dan akhirnya mereka meninggalkan Indonesia tanpa niat kembali lagi

Tapi pak Profesor punya pandangan berbeda, menurut dia Indonesia tidak sakit. Tapi–dia menganalogikan--Indonesia ini seperti seorang ibu yang sedang hamil. Saat hamil sang ibu akan mengalami berbagai kesukaran dan rasa sakit, merasakan morning sick, muntah-muntah, susah tidur, kadang susah makan, dll… tapi, itu semua memang harus dia lalui untuk melahirkan seorang generasi penerus yang kelak akan “mengangkat” sang ibu ke tempat yang tinggi.

Begitupun Indonesia, sebenarnya Indonesia tidak sedang sakit, tapi sedang “hamil”, dimana kelak ketika kehamilan selesai, maka adegan-mirip-orang-sakit ini akan hilang, lalu lahirlah sebuah generasi penerus yang kelak akan mengangkat Indonesia ke tempat yang tinggi

Well… setidaknya penjelasan itu mengubah sudut pandang saya tentang Indonesia, meski sampai sekarang saya masih bertanya-tanya: Siapa yang menghamilinya? []

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Foto Anak Berdarah Lagi?
Baru sepuluh menit yang lalu saya melihat gambar anak kecil dengan usus terburai. Maka saya memantapkan hati meski tahu saya beresiko dihujat, tapi saya harus menulis ini: "Stop spreading photos...
[Rumah Putih #1] Berharap Pada yang Bangkit dari Kubur
Cerita tentang mayit yang bangkit dari kubur, yang kini mendominasi sinetron “religius”, pernah juga merajai tema film Indonesia tahun 1980-an. Namun, bangkitnya mayit itu ternyata membawa “pesan” y...
Tolikara dan Speaker yang Membesar
Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan berita penyerangan jamaah salat Idul Fitri dan pembakaran masjid serta kios-kios di Tolikara, Papua. Ketika itu terjadi, serentak semua orang bicara. Pakar, non...
Awas, Saya Anak Jenderal!
Siapapun yang membaca buku Sketsa-Sketsa Umar Kayam: Mangan Ora Mangan Kumpul pasti kenal tokoh Mister Rigen (seorang pembantu rumah tangga asli Pracimantoro yang punya anak bernama Beni Prakosa), ser...
Biar Mereka Bangun Gerejanya
Dulu saya sempat sekolah di sebuah yayasan Katolik selama kurang lebih delapan tahun, namanya yayasan Mardi Yuana, di daerah Cibinong. Saya juga sampai saat ini punya banyak teman Katolik, dan nggak p...
Lewat Asimilasi, Menuju Koperasi yang Tak Mati-Mati
Ada kabar yang menyebutkan bahwa tahun 2016 kemarin, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah akan membubarkan 61 ribu Koperasi di seluruh Indonesia.[1] Ah, semoga ada yang benar-benar melihat b...
SiHendra

SiHendra

Novelis. Jurnalis. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa (meski Raisa sukanya sama cowok lain, hiks!). Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

Leave a Reply

Your email address will not be published.