Montir Baru: Keiko Kitagawa

Jadi kemarin siang sambil istirahat, saya nonton film Hollywood ringan. Selalu gitu kok polanya, kalau lagi pengen istirahat dari kerjaan dan ngisi waktu dengan nonton maka saya milih film-film hiburan Hollywood, dan biasanya status film itu adalah nonton ulang biar pikiran saya ga terlalu sibuk mencerna jalan cerita.

Kemarin itu pilihan jatuh ke The Fast and the Furious: Tokyo Drift (Justin Lin, 2006). Selain memecahkan kepenasaran tentang kepentingan seri ketiga ini di dalam saga Fast Furiuos (saya selalu ngerasa seri ini paling nggak penting), saya juga pengen ngeliatin figuran-figuran yang main di sana (ga usah ngeliatin tokoh utama, udah tahu ini jalan ceritanya). Kali aja nemuin sesuatu yang menarik.

Firasat saya ga salah, seperempat cerita saya malah merhatiin cewek yang jadi montir di balapan pertama Sean Boswell. Tepatnya cewek yang megang-megang laptop mau ngecek kondisi mobil Neela. Oke, itu cewek imut, tipikal cewek Jepang biasa. Terus saya pikir, ya sudah selesai sampai di sana. Eh ternyata nggak…

Dia malah muncul lagi di bengkel si Han, di setiap sesi latihan drifting, dan lama-lama muncul juga di sekolah Sean. Aiiish… mungkin biar ga ribet ngatur seting karakter, jadi tokoh Sean, Twinkie, Neela, Morimoto, Reiko, dan Earl dijadiin satu sekolah, Beuh!.

Oke, balik ke si cewek. Dengan dialog yang minim (artinya kemungkinan besar dia ga terlalu berpengaruh ke jalan cerita) tapi sering muncul di scene, saya jadi penasaran. Cari-cari di Google, dan ketemulah namanya: Keiko Kitagawa, dia berperan sebagai Reiko, cewek jago mesin mobil.

Kehadiran Reiko ini, saya pikir lebih ke arah naikin pasar film ini saja, sebab kalau cuma perlu karakter montir ya Earl juga cukup. Apalagi melihat sejarah dua seri sebelumnya itu selalu yang jadi montir ya cowok. Jesse (Chad Lindberg) di seri pertama, dan Jimmy (Jin Auyeung) di seri kedua. Terus jujur saja, kalau dibandingkan dengan mereka berdua, secara karakter saya tetap lebih suka Jesse karena dia lebih kelihatan gila mobil gitulah. Tapi nggak bisa dipungkiri, kelebihan Reiko dari mereka berdua adalah: imut menggemaskan! Heu heu… (nulis kok pake hormon! PLAKK!)

Cari-cari data lagi, ternyata cewek kelahiran 22 Agustus 1986 ini sudah lumayan malang melintang di dunia film. Awalnya dia punya cita-cita ini jadi dokter (pake-baju-dokter-bawa-borgol-dan-cambuk, UPS!) terus pas SMA “diculik” sama pencari bakat gitu. Sempat jadi model majalah remaja dan peran pertamanya adalah jadi Sailor Mars di serial TV Pretty Guardian Sailor Moon. Lalu sampai sekarang dia sudah membintangi lebih dari 20 film layar lebar serta lebih dari 10 serial TV. Kebanyakan jadi tokoh utama. Prestasinya antara lain: Special Award di 55th The Television Drama Academy Awards 2008, dan Best Actress di 3th Nikkan Sports Drama Grand Prix: 2009 Summer Movies Drama Award.

Oke, cukup deh… waktunya mencari-cari DVD film dia… beberapa yang mungkin bisa dipertimbangkan adalah Handsome Suit (Tsutomu Hanabusa, 2008),  After the Flowers (Kenji Nakanishi, 2010), dan Paradise Kiss (Takehiko Shinjo, 2011). Tapi rata-rata cuma dapat nilai 6 di ImDB, duh… apa ga usah nonton filmnya tapi cukup liatin fotonya aja ya?

Ya gimana nanti deh… tapi jadi kepikiran, andai film Montir-Montir Cantik (B. Z. Kadaryono, 1984) di remake untuk skala internasional, Keiko pantas jadi tokoh utamanya. Ngegantiin peran Eva Arnaz, kali ini tanpa bulu ketek, haha 😀

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Coraline... Bukan Caroline!
Sekarang saya bakal ngomongin salah satu film horor yang bikin betah ditonton. Yah sebenarnya saya ini rada alergi sama film horor, kecuali kalau dijebak teman seperti kasus ini. Namun khusus untuk Co...
Semoga Franda Akan Seperti Prisia
Saya pernah nulis tentang bagaimana pertama kali “menemukan“ Prisia. Hehe… menemukan, kesannya saya  tuh pencari bakat, gitu! Intinya sih, saya lihat Prisia pertama kali di acara olahraga ANTV dan lan...
Ungsumalynn Sirapatsakmetha: The Plern
Kali ini saya akan kasih seorang cewek dari Asia Tenggara... tepatnya Thailand! namanya lihat sendiri di judul, saya nggak tahu itu gimana cara ngapalin nama sendiri, cara pengucapannya juga agak susa...
Menafikkan Riset, Membuang Penonton
Dalam sebuah wawancara yang dimuat di media online (maaf kalau linknya sudah rusak, soalnya sudah lama, tapi kalau tidak salah ada di website SWA, langsung diklik aja buat yang penasaran), ada pernyat...
Hasil Jarahan: Swing Girls
Kebiasaan saya menjarah komputer teman demi untuk mengumpulkan film kadang membuat saya beberapa kali nemu film-film bagus (Atau mungkin tepatnya bukan film bagus sih, tapi film yang memang sedang say...
Menguak Korelasi Triangle Composition dan Majas Pars Pro Toto dalam A Letter For Mommy
Setiap akan mengulas sebuah film, saya selalu berpegang pada kata-kata Ekky Imanjaya. Dalam sebuah wawancara yang termuat di cinemapoetica (16/02/2016) ia berkata bahwa setiap film memiliki yang naman...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

Leave a Reply

Your email address will not be published.