Catatan Cloudy #2: Make-Up Artist Kita Bella Swann!

mbeswanDisini gue buka rahasia dikit deh. Sebenarnya dalam setiap proyek film itu harus ada benchmark supaya jenis produksi film kita gampang ditebak arahnya oleh semua crew. Soalnya kadang susah mengkomunikasikan jenis film yang sutradara bayangkan, agar terbayang juga oleh para crew.

Misalnya: oh, kita mau bikin cerita cinta Romeo and Juliet, tapi digabung sama dunia vampir yang si bentuk-bentuk vampirnya modern seperti di film Blade, jadi nantinya film kita bakal mirip-mirip sama Twilight, tapi versi Indonesia! Nah lho… hehe (sedikit maksa ya?)

Lalu apa yang jadi benchmark dari film “Cloudy: The Prequel” garapan gue? Sebenarnya yang jadi benchmark adalah sebuah film karya Joko Anwar, judulnya Durable of Love (ini link YouTube-nya).

Dari film yang sebenarnya adalah iklan laptop ini, gue pelajari cara bermain warna dan jalan cerita. Meski nggak mungkin mirip (karena feel film, keterbatasan sumber daya, keterbatasan waktu buat nyari tempat, dan skill filmmaker juga bicara), tapi setidaknya gue bisa menyusun sebuah skenario yang—pola perpindahan babaknya— gue kira mendekati film benchmark yang gue pilih itu, dan cukup buat film durasi lima menit.

Tapi ternyata setelah diteliti skenario gue bermasalah. Memang soal cerita tidak ada perubahan, artinya dalam skenario gue tetap akan tergambar dua fase yaitu ketika tokoh Mendung SMA dan dewasa… tapi tadinya gue akan menggambarkan si Mendung dewasa itu hanya dalam siluet (seperti ending film benchmark-nya). Setelah ngobrol dengan sutradara, akhirnya cara terbaik menggambarkan scene-scene Mendung dewasa adalah dengan ditunjukan jelas, bukan hanya siluet. Ini berkaitan dengan visualisasi yang akan ditangkap penonton. (Karena film gue ini kan minim dialog, jadi visual akan sangat penting buat mendukung cerita)

Problemnya: untuk mendapatkan perbedaan signifikan antara Mendung SMA dan Mendung dewasa perlu kerja make-up artist dan wardrobe yang level dewa! Disana gue bener-bener bingung. Kalau Ismaël Ferroukhi ketika bikin Le Grande Voyage bilang “Seandainya film ini tidak boleh syuting di Mekkah, maka tidak akan saya buat” maka gue juga bilang “Ini kalau nggak bisa nemu make-up artist yang bagus dalam waktu dua hari, mending batal syuting!”

Untung Tuhan masih nolong gue (dan Tuhan memang selalu nolong gue!), Dia kirimkan make-up artist yang jagoan untuk ngebantu proyek ini. Sebenarnya dia sudah lama gue kenal, tepatnya sejak proyek besar pertama gue, film Me, My Sister & Muhamad Ali (Iqbal Alfajri, 2010). Tapi karena ruang lingkup kegiatan kita beda, jadi jarang banget ketemuan. Apalagi gue denger dia sudah menjelma jadi make-up artist yang profesional jadi gue rada ngeri juga minta tolongnya, gue pikir: ini bayarannya berapa?

Ketika akhirnya bisa kerjasama di Cloudy, gue memang mengakui kejelian dia dalam urusan make-up dan wardrobe.  Banyak banget masukan dia yang berharga di proyek ini, seperti jenis baju dan aksesories yang dipakai oleh Mendung SMA, karena ternyata seragam SMA di tahun 2004-2005 itu beda banget sama seragam SMA 2012 (gue sih nggak tahu, sudah lama nggak sekolah, hehe), apalagi kalau gue nyari foto cewek SMA, pasti nyarinya yang nggak pake baju. Jadi rasanya nggak berlebihan kalau gue bilang, separuh dari kesuksesan Cloudy itu karena hasil kerja departemen make-up & wardrobe

Tulisan ini khusus didedikasikan buat Vebrina “Mbe” Nathassa, yang entah kenapa pernah merasa dirirnya mirip Bella Swann… sadarlah nak!

17-25
Salah satu hasil kerjaan hebat Mbe di Cloudy: mengubah Mendung 17 tahun jadi Mendung 25 tahun, WEW! ini bukan kerjaan gampang lho…

Share This:

Related posts:

Prekuel, Sekuel dan Spin Off
Di sebuah blog film  saya membaca tulisan begini: "...maka hadirlah “Terminator Salvation” yang bisa dibilang sebagai sekuel ke-4 ... menyusul “X-Men Origins: Wolverine,” “Star Trek” dan “Ange...
Prisia, yang Eksotik...
Udah lama banget ya saya nggak ngupdate web ini, termasuk melanggar juga jadwal rutin ngupdate cewek of the week :D haduh... ya udah deh saya update sekarang. Pilihan saya minggu ini adalah Prisia Nas...
Mbak Laura, Kapan Main Ke Rumah?
Beneran, beberapa waktu lalu di Kaskus sempat muncul beberapa thread ketika orang ini nikah. Tapi gue nggak buka thread-thread tersebut, males aja ngelitin gosip artis. Tapi efeknya ternyata, gue jadi...
Subang: Bicara Film & Kehujanan
Subang adalah sebuah tempat yang sejak SD gue definisikan sebagai: daerah dengan sungai paling jernih dan ditempuh sambil menikmati pemandangan yang sempurna. Itu memori gue tentang Subang, yang kemar...
Katanya: Korean Kill Bill
Saya mau ngomongin film yang judulnya "The City of Violence". Kenapa? karena setelah nonton, saya berpikir... "aneh juga, film segini bagus kok baru sekarang sampai ke Indonesia? padaha...
Tomorrow I Will Date With Yesterday's You
Sudah lama saya merasa tidak ingin menulis tentang film. Sejak memutuskan untuk pensiun dari dunia film dan konsen di dunia menulis, intensitas saya menonton film menurun drastis. Apalagi memang dulu ...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

Leave a Reply

Your email address will not be published.