Aturan Keseimbangan Video

TVI_cameramanKali ini kita akan ngebahas soal aturan keseimbangan gambar. Sebenarnya aturan ini adanya di dalam dunia fotografi dan biasanya kameraman lah yang harusnya paham. Tapi ketika kita mendapat stok gambar dari kameraman yang belum mengerti hal ini maka kita harus berusaha mengedit video/gambar itu supaya seimbang.

Itulah sebabnya kita harus bekerjasama dengan kameraman yang sudah mengerti, atau minimal orang itu sudah lama sekali kerjasama bareng dengan kita agar kita gampang memberi masukan pada cara dia bekerja. Soalnya kalau belum kenal sama orangnya, maka salah-salah ngasih masukan malah bisa jadi berantem

Aturan keseimbangan ini berdasarkan pada rules of thrids yang selalu dijadikan standar dunia fotografi. Aturan ini membagi bidang foto menjadi sepertiga bagian atau sembilan kotak kecil. Bidang foto dibagi oleh dua garis vertikal dan dua garis horisontal. Ada empat titik pertemuan dari garis itu.

Contohnya seperti gambar di bawah ini… Jika diperhatikan, maka kita akan mendapati posisi cheetah berada di titik pertemuan dan garis imajiner sebelah kiri, hal ini sesuai dengan aturan dari rules of third

MOC Zuckerman on Composition Rule of Thirds 1-2

Karena aturan ini mengharuskan bagian penting dari sebuah gambar (point of interest) ditempatkan di salah satu titik pertemuan itu atau diletakkan di salah satu garis imaginer tersebut. Bagian penting dari gambar bisa berupa orang, binatang, benda, warna, bentuk atau yang lainnya. Keberadaan titik ini penting karena menurut studi dan penelitian, saat orang memandang sebuah foto atau gambar, mata kita langsung tertuju pada titik persimpangan tersebut, dan bukan pada tengah bagian.

rule-of-thirds1

Kita ambil contoh sederhana, andaikan kita mendapatkan stok gambar seperti di bawah ini:

150806_chelsedaelml
senyum dong mbak…

Gambar ini akan terlihat kaku karena dengan meletakkan subyek utama di tengah gambar membuat mata kita hanya akan terpaku di tengah frame dan tidak banyak mengeksplorasi daerah lainnya.

Sebaliknya bila rules of third dipakai, yang melihat foto akan lebih berkesempatan untuk mengekspolasi seluruh frame. Karena itu usahakan untuk meng-crop gambar agar terlihat lebih dinamis, juga dengan mempehatikan air head (ruang antara titik tertinggi kepala dengan frame atas) dan backhead (ruang antara titik terjauh belakang objek dengan frame belakang) tidak terlalu besar karena kalau terlalu besar akan menciptakan ruang kosong yang tidak jelas fungsinya. Sehingga nanti kurang lebih gambar itu menjadi:

150806_chelsedaelml - Copy

 Tampak lebih dinamis kan?

Satu hal lagi, jika memungkinkan bahwa dalam frame harus berisi ruang ekstra pada arah di mana arah pandang narasumber (atau arah objek) itu tertuju. Mengapa? Karena penggunaan ruang ekstra yang tepat memberikan kontribusi besar terhadap rasa keseimbangan dalam gambar dan membidik dari sudut pandang yang sama dengan subyek menciptakan rasa keintiman yang begitu penting dalam gambar.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam aturan keseimbangan
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam aturan keseimbangan

Pada intinya, keberadaan ruang kosong yang efektif memberikan kesempatan bagi penonton untuk “bernafas” menikmati objek. Bahkan kalau kita perhatikan, para pembaca berita di TV pun sekarang menyediakan ruang kosong di kiri atau kanannya agar terlihat lebih dinamis.

Tapi sekali lagi, semua ini hanya bisa dilakukan pada kondisi ideal dimana stok gambar mengijinkan. Apalagi sebagai editor, biasanya kita menerima jadi gambar-gambar yang dibuat kameraman.

Penyesuaian gambar mengikuti rules of third akan melibatkan banyak sekali proses cropping sementara kelemahan dari proses ini adalah, makin banyak dilakukan crop maka gambar akan makin buram. Apalagi jika kamera yang kita gunakan tidak terlalu bagus. Lalu andai memang gambar yang dibutuhkan berjenis extreme close up, misalnya, maka tentu fungsi ini tidak bisa dilakukan karena angle extreme close up akan membuat layar dipenuhi objek.

Untuk lebih jelas tentang aturan ini kita bisa menanyakan pada teman yang mengerti soal fotografi. Di sini gue hanya membahas dari sudut pandang editor film yang tidak memproduksi gambar secara langsung, tapi ”hanya” menerima gambar dan berusaha memperbaikinya kalau ada kesalahan.[]

Share This:

Related posts:

Dosen Gadungan di UNPAD!
Akhirnya saya bisa merasakan juga jadi dosen. Tepatnya dosen tamu di Fakultas Seni Budaya Universitas Padjajaran. padahal nggak pernah nyangka, mimpi aja nggak berani... soalnya saya kemana-mana cum...
Sedikit Tentang Genre Road Movie
Le Grand Voyage adalah sebuah film yang menceritakan perjalanan ayah dan anak dari Perancis menuju Arab Saudi. Singkatnya, sang ayah ingin naik haji dan minta diantar oleh putranya mengunakan mobil, m...
Chef: Hidup Kita di Tangan Kita
Saya baru selesai nonton film Chef (Jon Favreau, 2014), inti ceritanya soal seorang juru masak profesional di sebuah restoran ternama yang mengalami konflik hebat dengan seorang kritikus makanan—dan t...
Berkarya di Balik Jeruji
Dalam film Shawshank Redemption (Frank Darabont, 1994), tokoh Red berkata dalam sebuah narasinya: “Dalam penjara waktu terasa sangat panjang. Semua orang harus mencari sesuatu untuk membuatnya sibuk, ...
Belajar dari Abu Ghaush
Ada beberapa teladan yang membuat saya tetap bertahan di dunia menulis, salah satunya adalah Ahmad Abu Ghaush. Oh, apakah dia penulis? Ternyata bukan! Ahmad Abu Ghaush adalah atlet Tae Kwon Do ketur...
Menguak Korelasi Triangle Composition dan Majas Pars Pro Toto dalam A Letter For Mommy
Setiap akan mengulas sebuah film, saya selalu berpegang pada kata-kata Ekky Imanjaya. Dalam sebuah wawancara yang termuat di cinemapoetica (16/02/2016) ia berkata bahwa setiap film memiliki yang naman...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

One thought on “Aturan Keseimbangan Video

  • 31/01/2013 at 03:04
    Permalink

    Aperture juga bisa digunakan untuk mengendalikan ruang tajam. Aperture besar membuat kedalaman ruang menjadi tipis, akibatnya latar belakang menjadi kabur. Aperture kecil membuat bidang menjadi besar, akibatnya semua bidang dalam foto menjadi tajam atau berada dalam ruang focus.

Leave a Reply

Your email address will not be published.