Mbak Laura, Kapan Main Ke Rumah?

Laura Basuki5Beneran, beberapa waktu lalu di Kaskus sempat muncul beberapa thread ketika orang ini nikah. Tapi gue nggak buka thread-thread tersebut, males aja ngelitin gosip artis. Tapi efeknya ternyata, gue jadi nggak tahu muka orang yang dijadiin thread.

Sampai akhirnya kemarin gue nonton Republik Twitter (Kuntz Agus, 2012) dan gue terpana ngeliat tokoh Hanum, dan saat itu yang sepikiran adalah temen gue Ery yang nyeletuk “Gila, cakep banget, siapa tuh?” (sekilas info: kita berdua pembenci infotaiment dan jarang tahu info update dan muka artis Indonesia)

Kesimpulan gue ketika lihat aktingnya, dan akhirnya tahu bahwa sampai November 2012 ini dia sudah main empat film (Republik Twitter itu film ketiganya): dia cantik, aktingnya bagus terutama kalau memerankan cewek pemalu dan pendiam.

Memang katanya, sifat asli dia begitu sih. Sifat itu sedikit berubah waktu dia terjun di dunia modeling sampai sekarang terus mendalami akting. Dia sempat dapat gelar Pemeran Utama Wanita terbaik di Festival Film Indonesia 2010 lewat film 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta (Benni Setiawan, 2010)… sebelum direbut oleh artis kesukaan gue juga, Prisia Nasution di tahun 2011… hehe… 😀

Di Republik Twitter, meski gue terpana sama kecantikannya… ada juga sih kepenasaran gue, terutama karena belum pernah nonton 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta maka gue belum pernah lihat setotal apa akting dia ketika memerankan sebuah karakter yang keluar banget dari jiwanya. Oke, pasti bagus karena peran di sana kan bikin dia dapet penghargaan. Tapi kan tetap saja penasaran kalau belum lihat langsung. Terutama karena gue selalu yakin kualitas akting seorang aktor/aktris dilihat ketika dia bisa memerankan sebuah karakter yang bertolak belakang banget sama sifat asli dia.

Gue berharap dia akan mendalami akting di layar lebar, dan nggak terjebak dalam sinetron-sinetron ora mutu. Mungkin sama lah kaya Dian Sastro lah, meski nama dia adalah Laura Basuki. (Kapan main ke rumah mbak? suaminya nggak usah diajak lah 😀 #cari-mati)

…salah satu adegan yang mantap di film “3 hati dua dunia satu cinta”, sebuah scene tentang konsep salaman…

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Nonton Downfall: Merinding Dini Hari
Saya yakin  sudah banyak yang menonton film ini. Ya, soalnya ini film lama, rilis tahun 2004 di Jerman (kalau rilis di USA tahun 2005) dengan disutradarai oleh Oliver Hirschbiegel. Film ini masuk kate...
Coraline... Bukan Caroline!
Sekarang saya bakal ngomongin salah satu film horor yang bikin betah ditonton. Yah sebenarnya saya ini rada alergi sama film horor, kecuali kalau dijebak teman seperti kasus ini. Namun khusus untuk ...
Yu Aoi, Pembantu yang Cantik! LHO!
Nah, di postingan kemarin saya sempat merasa ngenes karena postingan yang sudah siap upload mendadak hilang tak berbekas! Kali ini setelah lewat beberapa hari dan rasa sudah nggak ngenes lagi, akhirny...
Film Fantasi dan Fiksi Ilmiah Indonesia: Adakah?
Pertanyaan di atas mungkin sulit dijawab. Di Indonesia, genre film fantasi dan fiksi ilmiah kalah populer dibandingkan drama percintaan dan tema horor-mistik. Mungkin lantaran biaya produksi film fant...
Soal Musik dan Bayaran
Kemarin saya nonton film Bean (Mel Smith, 1997) di TV. Kalau ada yang pernah nonton film ini, tentu ingat scene ketika Mr Bean dan David Langley pulang jalan kaki sambil mabok. Disana mereka nyanyi (d...
H-95: Apakah Kita Menulis Untuk Difilmkan?
Di tulisan sebelumnya saya membahas tentang para penulis baru yang berkiblat pada senior. Mungkin tulisan yang sekarang ini ada hubungannya, mungkin juga tidak, tapi kan tujuan saya menulis 100 hari i...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

Leave a Reply

Your email address will not be published.