Aturan Baca Dua Kali dan Continuity

sample-2-kaliUntuk teknis ngedit kali ini gue akan bahas dua hal, keduanya cukup penting untuk memastikan film kita enak di mata penonton. Yang pertama kita sebut saja, “Aturan baca dua kali”. Aturan ini berlaku bila ada huruf yang tampil di layar, misalnya nama narasumber, keterangan gambar, courtessy, atau judul soundtrack. Sebagai editor, kita harus memastikan bahwa kalimat yang tampil itu harus bisa terbaca dua kali dengan kecepatan baca normal.

Maka dari itu kita harus belajar juga memendekkan kalimat informasi jika itu mungkin, sebab makin panjang deretan huruf di layar, maka makin panjang juga durasi yang diperlukan untuk kemunculannya. Contoh dari gambar di sebelah, nama narasumber (Basuki Tjahja Purnama) dan informasi tentang berita yang tampil di layar (Plus Minus Homeschooling) ada baiknya memakai aturan baca dua kali, supaya informasi bisa sampai kepada penonton dengan baik

Nah, yang kedua bolehlah kita sebut “Aturan continuity”. Memahami continuity ini penting sekali jika kita… ingin menggabungkan dua gambar hasil take yang berbeda waktu pengambilannya, namun kedua gambar itu tersambung oleh suara tertentu, misalnya wawacara dengan narasumber. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan antara lain pakaian dan background, karena kedua hal itu rentan berubah hanya dalam hitungan menit.  Hukum ini juga berlaku pada jenis-jenis film cerita.

Untuk lebih jelasnya mari kita lihat gambar berikut sebagai contoh gambar yang tidak continuity pada sebuah film cerita:

bond-movie-bloopers-22-pics_2

Perhatikan, saat kamera zoom dan kamera middle shot jenis stiker pada mobil itu berbeda. Lalu di bawah ini contoh sebuah gambar yang continuity

ookjhgfdsa
Adegannya, perempuan itu sedang bicara. Lalu kamera sempat berganti menyorot lawan bicaranya dan kembali lagi ke tokoh yang sedang bicara. Tidak tampak perubahan baik dair gaya rambut atau pakaian, padahal dialog yang sedang direkam itu diambil dua kali. Antara bagian awal dialog dan bagian akhir disyuting pada waktu yang berbeda.

Seorang editor lah yang harus peka pada hal ini, bila terjadi gambar yang tidak continuity kita harus jadi orang yang pertama kali tahu dan sekaligus mengakali agar stok tidak terbuang percuma.  Karena menurut penonton, perpindahan gambar dari take pertama ke take kedua mungkin hanya tiga detik, tapi di lapangan ketika syuting bisa saja kedua take ini berjarak sekian belas menit.

Oh iya, kalau ternyata kita menemukan kasus uncontinuity bagaimana dong? Sebenarnya cara mengakalinya banyak, bisa dengan menutup gambar yang salah itu dengan stok lain (tapi suara tetap berjalan), bisa juga dengan menggunakan fungsi cropping bila kesalahan ada di sudut-sudut gambar, atau banyak lagi trik lain.[]

Share This:

Related posts:

Superhero Indonesia Go Internasional
Sepanjang tahun 2010-2011, bioskop kita banyak diserbu sama film-film superhero!  misalnya saja Kickass (Matthew Vaughn, 2010), Iron Man 2 (Jon Favreau, 2010), Jonah Hex (Jimmy Hayward, 2010), The Gre...
Coraline... Bukan Caroline!
Sekarang saya bakal ngomongin salah satu film horor yang bikin betah ditonton. Yah sebenarnya saya ini rada alergi sama film horor, kecuali kalau dijebak teman seperti kasus ini. Namun khusus untuk ...
[Rumah Putih #2] Singkong di Paha Lasmini
Lasmini tersenyum. Dia terus berjalan, seolah tak menyadari puluhan pasang mata yang mengawasinya dari semak dan rerimbun tegalan. Di ujung jalan, langkahnya berhenti, dan sambil membusungkan dada, ...
Rumah Putih #4: Ketika Rok Prisia Tersingkap
Dapatkah seorang aktris menafikan kehadiran orang lain ketika dia dituntut untuk merasa sendiri? Prisia Nasution akan menjawab, “Tidak.” Bermain dalam Gala Sinema SCTV “Cinta tak Pernah Salah”, Pris...
Film Fantasi dan Fiksi Ilmiah Indonesia: Adakah?
Pertanyaan di atas mungkin sulit dijawab. Di Indonesia, genre film fantasi dan fiksi ilmiah kalah populer dibandingkan drama percintaan dan tema horor-mistik. Mungkin lantaran biaya produksi film fant...
Soal Musik dan Bayaran
Kemarin saya nonton film Bean (Mel Smith, 1997) di TV. Kalau ada yang pernah nonton film ini, tentu ingat scene ketika Mr Bean dan David Langley pulang jalan kaki sambil mabok. Disana mereka nyanyi (d...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

Leave a Reply

Your email address will not be published.