Daftar Pemain Film S.U.W.U.N.G

Dari tulisan gue kemarin, gue memang pengen banget novel terbaru gue yang judulnya S.U.W.U.N.G bisa jadi film. Nah, akibatnya selesai nulis itu, semalaman gue malah ngebayangin siapa kira-kira aktor yang cocok buat meranin semua karakter di film gue.

Haha… gue kira bermimpi kan nggak salah, siapa tahu saja ada filmmaker kawakan yang nyasar ke web ini dan sependapat sama gue (aamiin), terus beneran berencana bikin film S.U.W.U.N.G. Minimal dengan daftar pemain yang gue cantumin di sini, dia sudah nggak perlu repot ngurus casting lagi. :)

Pertimbangan gue dalam memilih mereka, pertama adalah muka. Tentu saja karena film adalah urusan visual, urusan sesuatu yang terlihat, maka muka dan badan adalah urutan pertama yang harus dipertimbangkan. Maka gue memilih pemain yang mukanya mendekati figur tokoh dalam novel gue itu, gue nggak berani milih pemain yang mukanya terlalu jauh karena kita sama-sama tahu hasil kerjaan make up artist di Indonesia belum terlalu tinggi levelnya. Jadi jangan dulu berharap mereka bisa mengubah Robert Downey Jr jadi orang negro kaya di film Tropic Thunder (Ben Stiller, 2008).

Soal akting sih bisa diatur lah, makanya gue berusaha nyari artis yang nggak parah aktingnya, referensi gue jelas dari film-film mereka yang pernah gue tonton. Lalu tentu saja gue harus membayangkan kira-kira interaksi mereka nanti dalam film (belagu banget gue! Kaya yang sudah jadi aja ini film… hehe). Kalau ternyata secara imajinasi mereka nggak akan pas ketika melakukan interaksi ya gue coret (tuh kan… gue belagu! Hihi…)

Oke, inilah beberapa aktor dan aktris yang berhasil gue tangkep:

Indra Pratama
Ini tokoh yang cukup penting dalam S.U.W.U.N.G, dan untuk tokoh ini gue pasang Iko Uwais. Tapi sebagai catatan, Iko yang gue maksud adalah Iko yang style-nya film Merantau… agak gondrong gitu, bukan Iko di The Raid  yang rambutnya rapi tentara.

Sebetulnya nggak ada backup-nya, gue nggak bisa ngebayangin aktor lain kalau Iko Uwais nggak bisa. Nicholas Saputra terlalu ganteng 😀 , Reza Rahadian terlalu tua… hehehe…  siapa lagi ya? susah nih nemuin aktor yang bisa pasang wajah merenung seperti yang gue bayangkan

Memang sih di dua film Iko yang gue tonton, gue jarang nemu adegan dia merenung, sementara tokoh Indra cukup banyak punya adegan ngelamun, bengong, merenung, dan sejenisnya. Tapi gue yakin dengan kualitas akting yang dimiliki Iko dan kecocokan muka, dia bisa menampilkan karakter gloomy-guy dengan baik. Apalagi, seperti yang gue bilang tadi… soal interaksi. Gue merasa asik ngebayangin interaksi sosok Iko dengan sosok yang jadi Airin dan Irwan. Beneran…

Irwan Rahardian
Nggak ada artis yang lebih cocok memerangkan tokoh ini (secara fisik maksud gue) dibanding Cholidi Asadil Alam. Bayangin aja karakter Irwan: seorang aktifis dakwah, seorang suami, dan seseorang yang jelas dasar agamanya kuat banget.  Pertama gue lihat akting dia di Ketika Cinta Bertasbih dan sebenarnya pas gue bikin karakter Irwan, ya gue banyak mengacu sama fisik dia.

Jadi meski akting dia masih jelek (kelas sinetron banget), tapi gue cukup seneng dapet pemain yang fisiknya pas. Soal akting masih bisa diasah, dan gue cukup suka ngebayangin dialog panjang antara Indra dan Irwan di sebuah café (itu adegan di bab 9). Ngebayangin Iko dan Alam ngobrol, kamera hand-held, suasana café yang coklat susu, temaram, di luar hujan gerimis… wew… merinding deh…

Sebenarnya gue sempet ngebayangin satu orang lagi yaitu Surya Saputra, mengingat dia pernah pake jenggot panjang di film Long Road to Heaven (Enison Sinaro, 2007) tapi nggak jadi… dia terlalu tua 😀 , jadi balik lagi aja ke Cholidi Alam…

Anisa Nur Islamia
Tokoh ini muncul cuma sebentar, gue ga terlalu fokus sama dia. Tapi di bagian awal novel gue, sebenarnya tokoh ini cukup banyak mempengaruhi hidup tokoh Irwan. Iya lah… dia istrinya Irwan, gue ceritakan bahwa tokoh ini jadi titik pusat hidup Irwan selama beberapa waktu. Nah karena kepentingannya bagi tokoh Irwan itulah, maka langsung gue pilih lawan main Cholidi Asadil Alam di Ketika Cinta Bertasbih, Oki Setiana Dewi.

Alasan gue ada beberapa, tapi yang penting sih karena dia dunia aslinya juga Alam dan Oki ini suami istri, maka gue yakin akan gampang banget memunculkan chemistri suami-istri dalam film ini. Ya, tentu saja mereka bahkan nggak perlu akting sebagai suami istri karena mereka sudah jadi suami-istri. Terus kalaupun ada adegan dimana mereka harus sentuhan (sebagai bagian dari dunia suami-istri), tentu nggak akan ribet lagi, nggak akan tersangkut ke urusan bukan muhrim dan sebagainya.

Alasan lainnya? Sederhana: gue susah nemuin aktris di Indonesia yang karakternya cocok sama tokoh Nisa, cewek aktifis dakwah luar dalam. Gue perlu aktris yang dari awal sudah menampikan image seperti itu, bukan aktris yang mendadak pake jilbab pas syuting saja, dan Oki merupakan salah satu (kalau bukan satu-satunya) aktris yang memenuhi syarat itu.

Afrina Zakiah
Tokoh ini berkaitan banget sama Indra, dan sebenarnya gue cukup sulit nyari peran buat tokoh ini. Yang gue cari sebenarnya aktris yang mukanya loveable, dan itu ternyata lebih banyak dari yang gue kira. Gue sempat mempertimbangkan Agni Pratista, Arumi Bachsin, Nikita Willy, bahkan aktris yang paling gue suka aktingnya: Prisia Nasution. Tapi semua nggak masuk, terutama waktu gue ngebayangin bentuk interaksi mereka dengan Iko Uwais

Sampai akhirnya gue menemukan poster film “?” (Hanung Bramantyo, 2011) dan inget sama tokoh Menuk. Terbayanglah di otak gue bahwa Revalina pas banget memerangkan tokoh Afrina yang merupakan: cewek cakep tapi nggak pernah merasa cakep… malah kesehariannya cenderung minder, perenung yang cukup dalam, dan tukang corat-coret buku sketsa sambil galau. Selain itu gue juga suka tampilan dia di Perempuan Berkalung Sorban dan jelas mukanya loveable.

Terus gue juga cukup gampang ngebayangin interaksi dalam adegan yang melibatkan Iko – Revalina. Meski sebenarnya satu-satunya interaksi mereka cuma ada di bagian 5 novel, tapi interaksi itu sangat penting dan memegang peranan vital buat masing-masing mengambil sebuah keputusan di adegan berikutnya. Jadi kalau pemerannya nggak pas ya adegan sepenting ini jadi mentah.

Lalu masih masalah interaksi, gue jadi suka ngebayangin perdebatan di bab 28 antara tokoh Afrina dan Airin. Gue ngerasa cocok aja kalau Revalina duduk bareng dalam mobil dengan tokoh Airin, berdebat panjang, lalu di sana untuk pertama kalinya Afrina mengambil alih kendali hidupnya dengan sebuah keputusan penting, tentu dengan wajah yang mendadak jadi kukuh… wew… karakter wajah Revalina banget tuh.

Airin Rahimi
Ceria! itulah kunci pemeran tokoh Airin. Iya… Airin adalah tokoh yang paling mudah ceria dibanding tokoh-tokoh yang lain meski itu nggak membuat Airin jadi konstan cengar-cengir nggak jelas, dan inilah aktris yang gue bayangin cocok jadi Airin. Terus ngomongin bab 28 tadi, coba deh bayangin Revalina dan Zaskia duduk bareng di mobil, berinteraksi panjang, berdebat… wew… nggak ada chemistri yang lebih indah dari itu semua 😀

Oke, sebenarnya agak rumit juga keputusan gue sampai memilih Zaskia. Selain peran tokoh Airin sangat penting buat tokoh Afrina dan Indra, interaksi Airin dengan keduanya pun sangat banyak. Airin kan berperan seolah sebagai jembatan buat kedua tokoh tadi untuk mencapai solusi masalah masing-masing. Artinya gue harus memilih pemain yang cocok disandingkan sama Revalina dan Iko Uwais sekaligus

Tadinya gue sudah bulat mau milih Marshanda, tapi begitu gue coba bayangkan apa jadinya kalau Marshanda- Revalina berdampingan, gue malah dapat kesan mereka itu seperti kakak adik. Apalagi pas Marshanda-Iko berdampingan, kelihatan beda banget umur dan kedewasaannya (setidaknya dalam imajinasi gue). Padahal gue menggambarkan mereka itu setara baik secara umur atau pola pikir. Akhirnya gue inget satu orang: Zaskia Adya Mecca.

Secara karakter gue kira Zaskia juga cocok memerangkan tokoh yang selalu siap membuka kuping untuk mendengarkan, selalu ceria, pake kerudung tapi mampu tampil lebih casual, pekerja keras, lebih percaya sama tindakan nyata daripada sekedar menyusun rencana daripada melamun di pojok kamar, dan yang pasti dia adalah psikolog yang mampu menyelami perasaan orang sampai titik terdalam. Euh… sebenarnya ada yang kurang… dia tinggal pake kacamata aja deh, karena Airin itu berkacamata.

Sulisati
Ini tokoh yang spesial, di novel dia adalah bagian dari jiwa Indra dan sebenarnya gue menggambarkan Sulisati ini adalah Indra dalam sosok cewek, artinya punya muka dan cara bicara yang sama. Tapi ketika coba gue tuangkan ke dalam imajinasi visual, ternyata susah juga nyari aktris yang mukanya mirip Iko Uwais 😀 , masa mesti Iko Uwasi dipakein wig?

Sempat gue pertimbangkan Shanty, mengingat akting dia yang bagus di film The Photograph (Nan Achnas, 2007). Tapi gue batalin karena dia tidak terlalu elf, maksud gue, tampilannya tidak terlalu peri.

Akhirnya gue mengesampingkan kemiripan Indra-Sulisati dan fokus sama sosok peri saja, maksudnya sosok yang ghaib, melayang-layang, gaun putih, dan sebagainya. Mungkin yang paling tepat buat penggambaran itu adalah tokoh Lady Galadriel si ratu Elf yang diberankan sama Cate Blanchett di film Lord of The Ring, itu sosok peri yang nyaris mirip bayangan gue. Sebenarnya gue sempet mikir gimana kalau peran ini dikasih ke Franda, tapi gue belum lihat akting dia, termasuk di film Xia Ai Mei (Alyandra, 2012). Jadi secara naluri gue milih Sandra Dewi, nggak tahu kenapa… mungkin sudah jodoh… hehe…

Abah Anom
Nggak pas lah kalau di film sekeren S.U.W.U.N.G (ehm…) nggak ada artis seniornya… dan untuk itu gue pilih Didi Petet sebagai Abah Anom. Tokoh ini sama kaya Anisa yang cuma muncul di bagian pertama saja, tokoh ini nantinya lebih banyak mencampuri kehidupan Irwan.

Tapi meski kesannya nggak terlalu penting, gue menganggap tokoh ini merupakan penyambung yang sempurna buat kehidupan Irwan, sebenarnya masalah Irwan dimulai ketika tokoh ini ada, jadi maksud gue penyambung adalah penyambung masalah 😀 Beberapa masalah terkumpul jadi satu, dan Abah Anom merumuskannya hanya jadi satu masalah besar, masalah yang harus diselesaikan Irwan.

Sosok Didi Petet juga dengan sempurna mewakili setiap aspek Abah Anom, dan gue pernah lihat semua jenis aktingnya di aspek-aspek itu, antara lain: orang kaya yang istrinya empat (Banyu Biru), laki-laki setengah baya misterius (Pasir Berbisik), dan orang gendut yang berkuasa (Jermal)

Mbak Norma
Level tokoh ini setara dengan Abah Anom: perannya sedikit, hanya muncul di satu bagian, tapi merupakan bagian yang baik bagi penyambung cerita. Tokoh ini nanti akan banyak berinteraksi dengan Airin, dan karena perannya di novel adalah setengah dokter, mak gue kira Jajang C Noer cocok banget ada di sini. Apalagi kita tahu dia seperti tidak bisa dilepaskan dari peran seperti itu.

Iya kan… Jajang C Noer sering banget berperan jadi dokter. Antara lain di film Berbagi Suami (Nia Dinata, 2006), 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita cinta (Robby Ertanto, 2010), dan Biola Tak Berdawai (Sekar Ayu Asmara, 2003).

Yang paling gue suka itu sebenarnya cara dia ngomong, kesannya lambat tapi pasti, tekanannya pas di bagian-bagian yang penting. Itu memang cara ngomong tokoh Norma yang gue bayangin di novel.

 

Ini dulu deh, memang ini iseng-isengan gue aja tapi nggak ada salahnya kalau gue memvisualkan tokoh ciptaan gue sendiri kan? Siapa tahu juga ini bisa membantu pembaca buku gue membayangkan si tokoh, dan seperti yang gue bilang di awal tadi… siapa tahu S.U.W.U.N.G beneran jadi dibikin film, maka sekarang sudah ada bayangan seperti apa tokoh yang pantas terlihat di layar. :)

Share This:

Related posts:

Saat Kebelet Pipis
Ceritanya, adek temen saya kena dehidrasi (katanya sampe kejang-kejang) dan harus masuk rumah sakit. Menurut analisa,  itu gara-gara terlalu lama di depan komputer dan selalu lupa minum. Iya sih, kerj...
Beruntunglah, Manusia Terbuat dari Tanah
Di ruang kerja saya sekarang, sebenarnya nggak ada satupun orang yang bisa ngedit film siang-siang! Kenapa? apa ada pocong? Lho kok ada pocong siang-siang? Bisa saja lah, kalau pocongnya salah pergaul...
Bekerja Untuk Saxophone
Beberapa orang mengenal saya sebagai novelis, beberapa mengenal saya sebagai editor film, kadang sering disebut juga sutradara film, dan beberapa orang yang lain mengenal saya sebagai peniup harmonika...
Pesan Idul Adha yang Sebenarnya
Saya punya khatib favorit tiap kali Jumatan di masjid deket rumah, konyolnya sampai sekarang saya ga tahu namanya, hehe (ketahuan datengnya suka telat jadi ngelewatin pembacaan info-info masjid!) Ken...
Paket Video Wedding: No Way!
Dari dulu, PH tempat saya kerja mengerjakan hampir semua jenis film: video klip, iklan, animasi, film panjang, film pendek, liputan acara, dan banyak lagi. Tapi ada satu job yang sering banget kita ...
Tuhan Memaafkan Semuanya, Termasuk Steve Harvey
Peristiwa salah baca di ajang sekelas Miss Universe 2015 kemarin itu memang cukup bikin heboh, dan dunia seolah kompak menyalahkan Steve Harvey yang didapuk jadi MC acara tersebut. Buat yang ngga...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

4 thoughts on “Daftar Pemain Film S.U.W.U.N.G

  • 05/09/2012 at 19:54
    Permalink

    Assalamualaikum kakak. ni fiksi apa nonfiksi sih kak??? Hiks, seenng banget dg kata-kata kebodohan yang sama! Lagi dan lagi! Dia yang pernah menjadi batasan hati, bisakah membantuku kali ini? Aku tak mau lelap bersama mimpi, bangunkan aku, tunjukkan yang nyata ke hadapku, kali ini benar-benar kuserahkan padamu terus upgrade blognya ya kak!!!!!! :a3

  • 10/09/2012 at 08:57
    Permalink

    Ini fiksi… :-)

  • 17/10/2012 at 01:55
    Permalink

    hehe… doakan aja… hehe, namanya juga ngayal…

Leave a Reply

Your email address will not be published.