Pesan Jujur di Ending The Kingdom

Gue selalu gampang tertarik nonton sebuah film kalau aktornya gue kenal, maksudnya bukan kenal karena pernah salaman… tapi maksudnya pernah gue lihat di sebuah film (yang tentu saja filmnya harus bagus), dan otak gue yang sering kena amnesia ini justru dengan gampang bisa mengingat dia. Biarpun nggak inget namanya, tapi minimal gue bisa nunjuk… “Itu tuh dia yang maen di film anu… yang jadi anu-nya” LHO!

Contohnya, gue sering lupa nama Morgan Freeman (bahkan pas mau nulis ini pun gue harus buka google! damn!) padahal gue sudah banyak nonton filmnya, bahkan sejak film Driving Miss Daisy (Bruce Beresford, 1989). Tapi gue selalu dengan mudah mengidentifikasi dia dengan “Itu tuh yang kulit item, yang jadi Tuhan di Bruce Almighty…” (bukan rasis, cuma kode pengingat aja…). begitupun sama Wesley Snipes, entah kenapa gue sering banget lupa dan menyamakan dia sama Billy Blanks! padahal dua orang itu beda banget… sampai akhirnya gue sering nyebut dia dengan “orang ini yang jadi Blade di film Blade!” :) setidaknya dengan cara itu orang lain ngerti, maksud gue tersampaikan, dan gue nggak kelihatan bego dengan salah nyebut nama

Termasuk kemarin waktu gue rada susah tidur (biasa, kalau lagi galau.. eaaa!), gue nyalain TV dan kepentok sama satu film yang sudah mulai entah di menit keberapa. Tapi karena gue bisa mengidentifikasi tiga pemainnya dalam waktu nyaris bersamaan, maka gue jadi niat nonton film itu. Tiga pemainnya adalah “Itu yang jadi tukang main cello di film Soloist, sama pernah jadi manajer jahat di Dream Girls!” (Jammie Foxx), dan “Yang jadi suami istri pengadopsi di film Juno!” (Jason Bateman dan Jennifer Garner)

Belakangan gue baru tahu kalau film itu judulnya The Kingdom (Peter Berg, 2007). Ketika akhirnya nonton, gue nggak ngerasa film itu bagus banget. Gue malah pikir film ini terlalu banyak propaganda kontra Islam dengan secara jelas banget nunjukin aktifitas dan cara berpakaian orang Islam sehari-harinya. malah menurut gue ini lebih parah dari Black Hawk Down (Ridley Scott, 2001) sebab setidaknya adegan shalat di Black Hawk Down ga sebanyak di The Kingdom.

Atau mungkin juga karena setting nya di Arab Saudi ya? ah… tapi gue kira kalau memang niat, bisa aja adegan-adegan yang berhubungan sana sebuah agama itu diminimalisir lah. Tapi intisari dari film ini ya pokoknya orang Amerika berantem sama orang Arab Saudi (dalam hal ini gue pikir maksudnya orang Islam) dengan Amerika jadi tokoh baiknya dengan endingnya pasti mereka menang. Sederhana kan?

Nah, kejutan justru baru terjadi di ending film ini… Jadi pas klimaks babak III skenario pokoknya ada tembak-tembakan sama ahli bikin bom yang namanya Abu Hamza. Gara-gara itu muncul dua korban penting, Abu Hamza nya sendiri dari pihak Arab dan dari pihak USA korbanya seorang guide tentara Arab bernama Faris Al-Ghazi (kenapa bukan tentara Amerika satu orang yang mati ya?).

Setelah itu kita lompat beberapa scene… ada gambar Abu Hamza waktu sebelum menghembuskan nafas terakhir sempat membisikkan sesuatu ke telinga cucunya. Lompat lagi beberapa scene, ada adegan Jennifer Garner nangis-nangis (mungkin gara-gara kematian Faris itu), tapi dia lantas jadi tenang waktu Jamie Foxx ngebisikin sesuatu ke dia.

Nah, beginilah scene terakhir yang bikin gue termenung beberapa saat. Jadi editingnya pake cut to, ketika itu adegannya Jason Bateman nanya ke Jamie Foxx yang intinya gini “Kamu bisikin apa sampai Mayes berhenti nangis dan jadi tenang?”. Lalu gambar cut to ke cucu aAbu Hamza ditanys sama ibunya yang kurang lebih begini “Apa yang kakek bisikkan ke kamu waktu sekarat?”

Jawaban Jamie Foxx: “We’re gonna kill them all”
Jawaban cucu Abu Hamza: “Don’t fear them, my child. We are going to kill them all.”

Sumpah, gue merinding pas bagian ini… mungkin ini scene paling jujur dari puluhan scene yang gue lihat dari tadi. Ini satu-satunya scene yang bicara realita, bahwa sebenarnya kita semua sering dicekoki pesan yang saling berlawanan yang endingnya bakal bikin kita bermusuhan. Mungkin buat sebagian besar orang Amerika itu musuh besar, tapi jangan salah… bisa jadi anak-anak Amerika itu juga dicekoki kalimat kalau Indonesia itu musuh besar mereka… dan gue baru ngerti kalau ending film ini sebenarnya awalan dari cerita yang pasti lebih panjang lagi… film The Kingdom bukan sebuah film yang tamat… gue pikir film ini baru sekedar pengantar dari cerita yang lebih panjang.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=ZltyidbP1F4]

Share This:

Related posts:

School of Rock vs Garasi (Aspek-Aspek Film Beginian!)
Mungkin kata "beginian" di judul rasanya malah abstrak ya? tapi maksud saya adalah film yang, "beginian"... hehe, ummm... Duh gimana ngejelasinnya ya? Pokoknya kata "beginian&...
Meneliti Industri Film Porno (Amerika)
Tidak bisa dipungkiri bahwa film porno itu ada, film ini merupakan varian dari romantic films (yang di dalamnya juga ada kategori semi-porno, sexual films, dan erotic films), dan termasuk ke sebuah ge...
Basic Instinct Itu Menyehatkan Mata
Karena saya lagi nulis novel yang ada unsur psikopatnya, maka saya merasa wajib nyari banyak literatur soal kehidupan seorang psikopat. Kalau dari baca buku sudah, e-book novel soal pembunuhan numpuk ...
Katanya: Korean Kill Bill
Saya mau ngomongin film yang judulnya "The City of Violence". Kenapa? karena setelah nonton, saya berpikir... "aneh juga, film segini bagus kok baru sekarang sampai ke Indonesia? padaha...
Goodbye Dragon Inn
Bulan Desember ini saya memang sudah rencana untuk menonton film-film dengan ritme yang lambat. Tidak ada alasan khusus. Euh... ada sih... yaitu untuk lebih menghayati kesendirian, kesepian, dan kerin...
Tomorrow I Will Date With Yesterday's You
Sudah lama saya merasa tidak ingin menulis tentang film. Sejak memutuskan untuk pensiun dari dunia film dan konsen di dunia menulis, intensitas saya menonton film menurun drastis. Apalagi memang dulu ...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

2 thoughts on “Pesan Jujur di Ending The Kingdom

  • 18/07/2012 at 09:07
    Permalink

    Begitulah Jay, USA selalu kelihatan hebat dan benar dalam film garapan Hollywood..

  • 20/07/2012 at 15:32
    Permalink

    Iya… yang paling parah kalau film-film perang Vietnam bikinan mereka tuh

Leave a Reply

Your email address will not be published.