Dosen Gadungan di UNPAD!

Akhirnya saya bisa merasakan juga jadi dosen. Tepatnya dosen tamu di Fakultas Seni Budaya Universitas Padjajaran. padahal nggak pernah nyangka, mimpi aja nggak berani… soalnya saya kemana-mana cuma ngantongin ijazah STM. Beneran lho…

Nah Jadi gimana ceritanya saya bisa “kepeleset” jadi dosen di tahun 2012? Kejadiannya setelah saya dapet juara 1 di lomba kritik film di gelaran Islamic Movie Days yang diadakan sama FE-UI. Buat gelaran lomba itu nggak usah dibahas lah karena sampe tulisan ini dibikin juga duit hadiahnya belum saya terima nanti kepanjangan. Tapi kalau yang mau baca tulisan yang menang itu sudah saya upload ke sini kok, judulnya Mencari Islami Asli, Bukan Adaptasi.

Nah, suatu hari ada senior saya yang jadi dosen di sana (dia sih pinter, sudah S2 lah!) minta tolong, katanya “Mau nggak jadi dosen tamu? Materinya soal apresiasi kritik film. Kan kemaren juara di UI…” Sebenarnya ini ajakan yang beresiko karena juara kritik film di UI bukan berarti sudah ngerti soal kritik film. Tapi karena saya penasaran maka saya sanggupin.

Apa yang bikin saya penasaran? Pertama jelas: gimana sih rasanya jadi dosen? Yang kedua: bener nggak sih di UNPAD banyak cewek cakep? Hihi… yang kedua itu lebih karena fantasi seksual rasa kejombloan yang muncul setiap melangkah sepuluh meter dari rumah gue aja kali ya? PLAKKK!!!

Singkat cerita di tanggal 28 Maret 2012, saya datang di waktu yang ditentukan dan berhadapan sama mahasiswa yang semuanya kelihatan lebih pinter dari saya! Buseett… malah ada orang Cina-nya segala, maksud saya itu ada pelajar pertukaran dari Cina, yang membuat saya mesti hati-hati memilih bahasa. Iya lah, kalau saya keceplosan ngomong bahasa Sunda atau bahasa bencong, yang ada mereka bakalan bingung.

Supaya nggak demam panggung, saya menganggap saat itu saya lagi jadi narasumber diskusi film… bukan ngajar. Yah, semuanya berjalan lancar (Alhamdulillah) meski pasti banyak banget kekurangannya antara lain ini masukan dari senior: (1) sepanjang ngajar tadi saya duduk terus jadi kesannya monoton, dan (2) saya katanya terlalu menggeneralisasi masalah, terlalu menganggap segala sesuatu itu gampang, terlalu memukul rata semua situasi dan kondisi. Yang nomor dua ini bener juga, soalnya saya ini kan praktisi (gayanyaa!!) dan bukan akademisi, jadinya saya ngomong hanya sebatas pengalaman dan sudut pandang pribadi… saya sama sekali nggak ngerti teori-teori profesor anu atau doktor anu.

Ya, itu kekurangan saya… meski di balik semua itu saya merasa beruntung banget sempat dikasih peluang ngerasain jadi dosen, sebuah peluang yang nggak semua anak STM bisa rasakan. Tapi untuk sementara ini rasanya saya harus ngerem dulu deh jadi dosennya. Soalnya saya merasa belum pantes jadi dosen, masih terlalu menggeneralisasi… hehe…[]

aaa

aaa


Share This:

Related posts:

Alien di Cast Away on the Moon
Hmm, subuh ini perasaan saya lagi rada-rada romantis, gara-gara sambil sahur nonton film Cast Away on the Moon (Hey-jun Lee, 2009). Film ini pernah kesebut waktu saya nulis soal Jung Rye Won—aktris ce...
Hasil Jarahan: Swing Girls
Kebiasaan saya menjarah komputer teman demi untuk mengumpulkan film kadang membuat saya beberapa kali nemu film-film bagus (Atau mungkin tepatnya bukan film bagus sih, tapi film yang memang sedang say...
Setelah Enam Tahun
Kemarin, saya mengirim novel lagi ke penerbit, sebuah naskah yang sudah ditulis hampir enam tahun (September 2006 – Juni 2012). Kalau terbit, ini akan jadi novel keenam saya. Lho, selesai ditulis tah...
Mari Merayakan, Mari Menjeda
Kali ini saya ingin menulis tentang perayaan. Karena tadi malam, sekitar satu jam lewat dari tengah malam, di sebuah warung tenda, saya mendapati diri sedang menghadapi segelas besar jeruk panas, roti...
Pelajaran Dari Kaki Seribu
Di rumah kontrakan saya sering sekali muncul kaki seribu—masih diperdebatkan, karena ada teman saya yang bersikeras bilang kalau itu namanya ulat gonggo, apapun… I’m a simple man: hewan itu melata dan...
Sakit Kepala Diberi Obat Tetes Mata: Colok Saja!
Beberapa waktu yang lalu saya memasang status Facebook. Inti dari status itu adalah saya ingin bertanya mana jenis investasi yang lebih menguntungkan, apakah Emas? Dinar? Atau Bitcoin? Hmm, mungkin m...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.