Agni, the Loveable…

Sudah lama nggak ngupdate cewek of the week, alasan pertama karena migrasi server, alasan kedua karena lupa terus! Aduh ini otak memang sudah mendekati pikun. Padahal harusnya ini saya update seminggu sekali!

Tapi sekarang saya mulai lagi. Kali ini yang beruntung terpilih adalah Agni Pratistha. Saya kenal cewek ini jauh sebelum dia jadi juara di Putri Indonesia 2006 (sebuah ajang yang saya pengen ikutan tapi nggak pernah bisa). Jadi saya kenal dia tepatnya ketika nonton film Mengejar Matahari (Rudi Soedjarwo, 2004) dimana dia berperan di sana sebagai Rara, seorang perempuan yang jatuh cinta sama tokoh utama.

Jadi menurut saya, Agni adalah ini salah satu dari sekian sedikit artis yang lahir dari jalur kompetisi, tapi berproses terbalik: kalau orang lain jadi Putri Indonesia dulu baru ketarik main film/iklan/model, kalau dia main film dulu baru ikutan ajang Putri Indonesia (dan juara juga, wew!)

Saya inget banget kata-kata Rudi Soedjarwo di Behind the Scene Mengejar Matahari. Kurang lebih begini katanya “Agni ini loveable, kalau orang lihat dia sulit buat nggak jatuh cinta.”

Damn, saya setuju dua ratus persen sama kalimat itu! (tapi sebatas Agni yang ada di Mengejar Matahari) karena Agni di film itu adalah perempuan yang apa adanya, perempuan yang tidak menuntut apa-apa kecuali perhatian sewajarnya, dan perempuan yang banyak diam tapi menghanyutkan. Makanya wajar Wingky Wiryawan dan Fauzi Baadilla sampai berantem berebut dia, memang cewek kaya gini wajar buat diperebutin! Hihi, terkutuklah siapapun yang menciumnya di film ini, wew!

Selain itu, dia adalah salah satu aktris yang menurut saya nyengir dan senyumnya palign enak dilihat. Bahkan pada saat sedang botak sekalipun! FYI, dia rela tampil botak untuk film Pinky Promise (Guntur Soeharjanto, 2016), bahkan katanya… Agni sendiri yang menawarkan diri untuk tampil botak demi menghayati perannya.

Euh, mungkin saya cukup terpengaruh sama berbagai pemberitaan yang muncul setelah dia juara Putri Indonesia, tapi secara jujur Agni memang tampil lebih manis pas belum terkontaminasi sama dunia artis, meski nggak mengurangi peluangnya untuk tampil di cewek of the week tapi sekali lagi: yang saya maksud sebagai Agni di tulisan ini adalah Agni yang sebelum juara putri Indonesia 😀

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Meneliti Industri Film Porno (Amerika)
Tidak bisa dipungkiri bahwa film porno itu ada, film ini merupakan varian dari romantic films (yang di dalamnya juga ada kategori semi-porno, sexual films, dan erotic films), dan termasuk ke sebuah ge...
Menafikkan Riset, Membuang Penonton
Dalam sebuah wawancara yang dimuat di media online (maaf kalau linknya sudah rusak, soalnya sudah lama, tapi kalau tidak salah ada di website SWA, langsung diklik aja buat yang penasaran), ada pernyat...
Charlene Choi, Kamu Cocok Buat...
Setelah nyaris sebulan blog saya vakum—meski sebenarnya banyak bahan yang bisa ditulis—karena saya kebingungan: mana duluan yang harus ditulis. Tapi ternyata semuanya berubah karena seorang cewek, leb...
Django Unchained: Happy Ending versi Holywood
Salah satu sutradara—mungkin malah satu-satunya—yang saya suka adalah Quentin Tarantino. Walaupun saya kenal karya dia agak telat, yaitu dari Kill Bill I (2003). Kalau sutradara lain saya jarang mempe...
Kronik Sebuah Kota Tuhan
Dua hari yang lalu, selang-seling mengurus pekerjaan, saya untuk kesekian kalinya menonton film City of God (Fernando Meirelles, 2002), sebuah film Brasil yang bercerita tentang realita kehidupan jala...
Bad Times at the El Royale: Antara Imaji, Cermin, dan Ironi
Saat pertama kali saya lihat trailer film ini di Twitter, saya langsung masang niat untuk nonton. Penyebab utama adalah saya tertarik pada ceritanya, karena kebetulan novel keenam saya, Meja Bundar, p...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *