Prisia, yang Eksotik…

20131113_film-prisia-nasution_4829Udah lama banget ya saya nggak ngupdate web ini, termasuk melanggar juga jadwal rutin ngupdate cewek of the week 😀 haduh… ya udah deh saya update sekarang. Pilihan saya minggu ini adalah Prisia Nasution. Saya pertama kali lihat dia itu dulu banget pas tahun-tahun 2007 atau 2008.

Waktu itu tiap pagi rutin acara World Kick Off di ANTV, dan sejak menit pertama saya lihat dia… rasannya langsung jatuh cinta yakin kalau dia ini skill entertaiment nya bukan kelas rendahan. Soalnya dari cara dia membawakan acara olahraga itu kerasa banget kalau dia bisa menguasai penonton dengan sorot matanya, gerak-gerik badannya, dan suaranya (Atau memang saya lagi jatuh cinta sama dia? bodo amat! hihihi).

Terus lama-lama kepikiran kalau dia kan ada juga di iklan… Chitato gituh? Lupa lagi ah… anggap aja Chitato ya… pokoknya iklan yang dia lagi makan Chitato terus makanannya habis dan ada cowok di taman yang lagi makan Chitato juga, terus dia deketin cuma untuk ngembat Chitato-nya.

Menurut saya, mukanya eksotik khas Asia Tenggara, sempat curiga dia tuh peranakan Thailand atau Vietnam deh, kalau senyum lebih ke arah sinis daripada manis tapi tetap enak dilihat. Terus kadang kalau lagi bawa acara, keluar manja-manja cewek nya. :p ampuunn… jatuh cinta dah!

Maka dari itu saya nggak kaget ketika dia merambah FTV, soalnya saya yakin dengan skill yang dia punya tentu para produser nggak akan membiarkan dia nganggur. FTV pertama Prisia yang saya tonton waktu itu di SCTV, judulnya “Perawan Ting-Ting”. Lalu makin lama saya menilai akting dia makin mapan setelah lihat beberapa FTV yang dia ikut main (saya lupa judul-judulnya). Sampai puncaknya kemaren dia main di Sang Penari (Ifa Isfansyah, 2011) sekaligus menyabet aktris terbaik FFI 2011.

Saya sih berharap dia tetap main di film layar lebar, jangan sampai tergiur terjun ke dunia sinetron. Soalnya dengan main di Sang Penari, saya pikir dia sudah membentuk pondasi yang kuat banget di dunia film. Tinggal dilanjutkan saja… 😀

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Agni, the Loveable...
Sudah lama nggak ngupdate cewek of the week, alasan pertama karena migrasi server, alasan kedua karena lupa terus! Aduh ini otak memang sudah mendekati pikun. Padahal harusnya ini saya update seminggu...
Hasil Jarahan: Swing Girls
Kebiasaan saya menjarah komputer teman demi untuk mengumpulkan film kadang membuat saya beberapa kali nemu film-film bagus (Atau mungkin tepatnya bukan film bagus sih, tapi film yang memang sedang say...
Django Unchained: Happy Ending versi Holywood
Salah satu sutradara—mungkin malah satu-satunya—yang saya suka adalah Quentin Tarantino. Walaupun saya kenal karya dia agak telat, yaitu dari Kill Bill I (2003). Kalau sutradara lain saya jarang mempe...
Lewat Asimilasi, Menuju Koperasi yang Tak Mati-Mati
Ada kabar yang menyebutkan bahwa tahun 2016 kemarin, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah akan membubarkan 61 ribu Koperasi di seluruh Indonesia.[1] Ah, semoga ada yang benar-benar melihat b...
Menguak Korelasi Triangle Composition dan Majas Pars Pro Toto dalam A Letter For Mommy
Setiap akan mengulas sebuah film, saya selalu berpegang pada kata-kata Ekky Imanjaya. Dalam sebuah wawancara yang termuat di cinemapoetica (16/02/2016) ia berkata bahwa setiap film memiliki yang naman...
Dua Hal Kenapa Saya Suka Keluarga Cemara
Saya jarang datang ke bioskop untuk nonton film yang sama beberapa kali. Kalaupun ada biasanya film luar, antara lain Crazy Rich Asian (Jon M. Chu, 2018) dan—yang satu ini nontonnya pas SD— The Saint ...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *