Prekuel, Sekuel dan Spin Off

Di sebuah blog film  saya membaca tulisan begini:

“…maka hadirlah “Terminator Salvation” yang bisa dibilang sebagai sekuel ke-4 … menyusul “X-Men Origins: Wolverine,” “Star Trek” dan “Angels & Demons… meskipun bisa dihitung sebagai sekuel, cerita dalam “Terminator Salvation” ini sama seperti tiga film yang disebut diatas bisa juga dibilang sebagai prekuel dari film2 sebelumnya, karena mengambil masa sebelum cerita dalam film pertamanya berawal…”

Dari dua potongan kalimat di atas, kita bisa baca dua kata yaitu: sekuel dan prekuel. Kedua kata ini jelas sangat berbeda, seperti bumi dan langit dan tidak bisa disatukan begitu saja. Jadi secara plot cerita, hampir tidak mungkin ada film yang menjadi prekuel sekaligus sekuel.

Kenapa? karena prekuel adalah (seperti yang tertulis di atas) mengambil masa sebelum cerita dalam film pertamanya berawal. Misalnya film Star Wars episode 1, 2 dan 3 adalah prekuel dari episode 4, 5, dan 6 yang lebih dulu keluar.

Kebalikan dari prekuel adalah sekuel, yang mengambil masa setelah cerita dalam film pertamanya berakhir. Misalnya? banyak sekali. misalnya Ocean Twelve (Steven Soderbergh, 2004) yang konfliknya berlanjut dari Ocean Eleven (Steven Soderbergh, 2001).

Nah, kalau menilik pembagian seperti itu, maka film Terminator Salvation (McG, 2009) harusnya masuk ke dalam kategori sekuel, karena film ini melanjutkan kinerja manusia robot yang diawali sejak film “The Terminator” (James Cameron, 1984). Sebaliknya, film Angels & Demons (Ron Howard, 2009) sampai kapan juga tidak akan bisa masuk menjadi sekuelnya The Da Vinci Code (Ron Howard, 2006), ini karena Angels & Demons sama sekali tidak memiliki keterkaitan cerita dengan The Da Vinci Code. Satu-satunya yang menyambungkan kedua film itu hanya karakter Robert Langdon, (sama seperti film-film James Bond yang tidak pernah dianggap sebagai sekuel atau prekuel, melainkan serial)

Nah, yang menarik, tulisan di blog itu membahas juga film X-Men Origins: Wolverine (Gavin Hood, 2009) sebagai film dengan kategori sekuel dari rangkaian film X-Men. Padahal kalau melihat ceritanya, harusnya film ini masuk ke dalam kategori film spin off. Film dengan kategori spin off terjadi ketika sebuah karakter dalam film menjadi sedemikian menonjol sehingga produser merasa perlu menjadikannya film tersendiri.

Maka kita bisa lihat dalam film X-Men Origins: Wolverine, cerita akan terfokus pada kehidupan tokoh Wolverine, mulai dari kecil, dapat kekuatan super hingga bergabung dengan kelompok X-Men. Film-film lain yang berkategori sama misalnya: The Mummy Returns (Stephen Sommers, 2001) yang menelurkan spin off The Scorpion King (Chuck Russel, 2002), atau Street Fighter (Stephen E de Souza, 1994) yang dilanjutkan spin off Street Fighter: The Legend of Chun-Li (Andrzej Bartkowiak, 2009), bahkan ada yang bilang film Iron Man (Jon Favreau, 2008) sebenarnya spin off dari film The Incredible Hulk (Louis Leterrier, 2008)… really? aduh, saya belum nonton film Hulk, memang ada Iron Man di sana?

Oke, itu sekelumit tentang prekuel, sekuel dan spin off, memang untuk yang terakhir jarang kita dengar, antara lain karena kita sering menyamakan spin off dengan sekuel… padahal itu tuh berbeda.

Oke, kalau perspektifnya film Indonesia? hmm… gimana ya? di kita jarang sih ada spin off. Paling juga kalau tiba-tiba ada produser yang bikin film tentang kehidupan pribadi Lintang, itu bisa jadi spin off-nya Laskar Pelangi. Atau kehidupan pribadi Rangga? spinf off AADC sepertinya menarik kan?[]

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Basic Instinct Itu Menyehatkan Mata
Karena saya lagi nulis novel yang ada unsur psikopatnya, maka saya merasa wajib nyari banyak literatur soal kehidupan seorang psikopat. Kalau dari baca buku sudah, e-book novel soal pembunuhan numpuk ...
[Rumah Putih #2] Singkong di Paha Lasmini
Lasmini tersenyum. Dia terus berjalan, seolah tak menyadari puluhan pasang mata yang mengawasinya dari semak dan rerimbun tegalan. Di ujung jalan, langkahnya berhenti, dan sambil membusungkan dada, ...
Rumah Putih #3: Indonesia tak Pernah Memilih
“Indonesia memilih….” teriak Atta dan Irgi, lalu mereka diam, menyebarkan suasana tegang ke seluruh arena. Kamera mensyut wajah Mike, Judika, lalu menjauh, menyorot empat sosok itu. Sesaat kemudian,...
Subang: Bicara Film & Kehujanan
Subang adalah sebuah tempat yang sejak SD gue definisikan sebagai: daerah dengan sungai paling jernih dan ditempuh sambil menikmati pemandangan yang sempurna. Itu memori gue tentang Subang, yang kemar...
Film Fantasi dan Fiksi Ilmiah Indonesia: Adakah?
Pertanyaan di atas mungkin sulit dijawab. Di Indonesia, genre film fantasi dan fiksi ilmiah kalah populer dibandingkan drama percintaan dan tema horor-mistik. Mungkin lantaran biaya produksi film fant...
Sedikit Tentang Genre Road Movie
Le Grand Voyage adalah sebuah film yang menceritakan perjalanan ayah dan anak dari Perancis menuju Arab Saudi. Singkatnya, sang ayah ingin naik haji dan minta diantar oleh putranya mengunakan mobil, m...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

2 thoughts on “Prekuel, Sekuel dan Spin Off

  • 07/01/2012 at 18:09
    Permalink

    kalo ga salah jamannya Catatan si Boy ada spin off yaitu Catatan si Emon…#sambil nginget2, ada ga ya catatan si emon..

  • 15/01/2012 at 08:32
    Permalink

    *ngaduk-ngasuk katalog film… wew, si aku hidup di negara lain rupanya, d negara si aku ga ada tuh… catatan si emon

Leave a Reply

Your email address will not be published.