Paket Video Wedding: No Way!

10-keunikan-darimana-asal-usul-tradisi-pernikahan

Dari dulu, PH tempat saya kerja mengerjakan hampir semua jenis film: video klip, iklan, animasi, film panjang, film pendek, liputan acara, dan banyak lagi. Tapi ada satu job yang sering banget kita tolak, yaitu ngerekam acara nikahan. Duh, padahal sebenarnya banyak banget job nikahan yang masuk ke kita, biasanya dari teman-teman sekitar. Beneran nggak pernah kosong, sebulan sekali sih ada aja yang minta tolong. Tapi kita tolak dengan sopan, kecuali yang memang temen deket banget (sedekat apa? Ratusan! Lho!), atau duitnya gede banget! (segede pintu). Ehm, kita memang masih butuh duit kok, nggak munafik.

Berbagai kalimat pembenaran sudah sering kita keluarkan tentang hal ini, yang paling sering adalah “Kita nggak mau ngambil periuk nasi orang lain.” Hehe, standar banget ya? Padahal bukan apa-apa, kita memang males. 😀

Tapi ini bukan saya saja, temen saya yang jadi kameraman juga males nerima job ini. Entahlah dari sudut pandang dia, tapi dari sudut pandang editor, saya ngerasa ngedit video nikahan itu nggak ada variasinya. Ini entah memang job yang dateng ke saya adalah pernikahan dengan pola acara biasa, atau memang saya dan tim yang nggak pinter ngerjainnya hingga jadi membosankan? Entahlah, bisa jadi kita semua yang masih pada bego. Soalnya kalau lihat job wedding teman-teman yang lain, kok sepertinya seru-seru ya? Ada yang di gereja, ada yang sampe naik kapal pesiar, dll. Nah, kalau yang mampir ke saya itu biasanya cuma ganti muka mempelai sama dekorasi ruangannya saja, sisanya masih sama:

  • Pengantin cowok datang
  • Penyambutan
  • Akad nikah
  • Acara adat
  • Tamu disuruh salaman, makan, dan menikmati live musik
  • Bubar deh (pengantin sih nggak ikut bubar lah!)

aaa

Memang sih kadang kita nggak bisa nolak, beberapa kali saya merelakan masa muda ini dihabiskan dengan ngedit acara kawinan yang membosankan. Biasanya ada beberapa faktor, antara lain:

  • Seorang teman yang bersimpuh di kaki saya sambil nangis sudah pernah bantu-bantu tim di salah satu proyek, jasanya gede lah… dan kita nggak enak nolaknya
  • Waktu bosnya bos nikahin anaknya (resikonya: kita nolak, kantor kita digusur detik itu juga)
  • (dan tentu saja) pas bos saya nikah (yang ini resikonya nggak udah ditulis ya, semua juga pada tahu apa jadinya kalau bos kalian merried, nyuruh kalian ngerekam acaranya, terus kalian nolak, sementara kalian belum bikin surat wasiat!)

aaa

Masih inget berita ini? Cowok yang dikeroyok orang sekampung gara-gara ngamuk di resepsi mantan?
Masih inget berita ini? Cowok yang dikeroyok orang sekampung gara-gara ngamuk di resepsi mantan…

Sebenarnya begini, saya sudah lama pengen mengkritik sistem pernikahan di Indonesia. Serius nih, saya menyalahkan kemonotonan acara kawinan antara lain dengan perilaku para tamu undangan yang seolah menganggap sepasang pengantin adalah barang tontonan di atas panggung.

Akibatnya, pemandangan yang dilihat selalu sama. Tamu datang, masuk dari kanan—atau kiri kalau kebetulan tamunya penganut paham sosialis—lalu salaman, lalu si tamu menyerbu meja makan atau barisan stand—es krim nggak pernah luput dari serbuan—memenuhi perut dan ngebungkus makanan kalau sempat, dan pulang dengan raut wajah kenyang bahagia (atau penuh air mata kalau salah satu dari pengantin itu adalah mantannya!)

Jadi siapa bilang kalau pengantin itu raja dan ratu sehari? Itu bohong, soalnya kalau saya jadi raja pasti saya nggak mau disuruh berdiri-duduk-berdiri-duduk-berdiri-duduk seharian sambil salaman sama tamu (Nah, siapa tahu juga tamu itu abis ngupil!). Ayolah, saya itu raja, saya itu penguasa tempat ini, saya adalah orang yang nyediain makanan gratisan buat kalian semua, ini acara saya, gedung saya yang nyewa, jadi biarkan saya berbuat semaunya! Maka boleh dong kalau saya berdiri di stand zupa-zupa soup dan menghalangi semua orang yang mau ngantri, atau saya mau ngebungkus makanan di stand kentang goreng keju terus saya bawa pulang ketika acara masih berlangsung, terus saya akan makan berdua saja sama istri di kamar sambil membayangkan betapa hebohnya kalian karena pengantinnya mendadak menghilang dari gedung! Ah iya satu lagi, saya akan secara konsisten memutar satu album System of a Down dan Black Eyed Peas karena saya suka sama mereka. Hihi… boleh dong, kan saya raja!

Nah itu maksudnya, ketika pengantinnya memposisikan mereka sebagai raja, atau mereka rajin jalan-jalan di antara tamu, atau malah asyik chatting sama mantannya selama acara yang pasti akan membuat gedung jadi penuh adegan bernuansa sinetron, maka saya yakin acara itu tidak akan membosankan, banyak variasi yang bisa direkam, dan pasti akan berimbas pada seksi dokumentasi, pekerjaan mereka akan banyak warnanya. Mungkin memang tambah repot (apalagi kalau pengantinnya sepakat main petak umpet sama tamu), tapi pekerjaan akan lebih banyak tantangannya. Itu yang saya suka.

Lagipula, untuk membuat editor bersemangat ngedit (dan di beberapa kasus saya juga jadi kameraman) maka saya sempat menawarkan beberapa hal yang bisa dipertimbangkan oleh klien antara lain:

  • Pilihlah Tempat Yang Beda. Di Alaska mungkin? Di antartika? Pernikahan yang resepsinya di dalam Iglo orang Eskimo? atau sambil berperahu di sungai Amazon? Di tengah pasar? Di area kotak penalti lapangan bola? Ayolah, pernikahan di rumah dan gedung itu sudah basi. Bagian terpenting dari pernikahan adalah akad nikahnya, pas kalian beres akad nikah maka sisanya tinggal bersenang-senang dengan orang di samping kalian yang sukses kalian tipu! jadi ya bersenang-senanglah dimanapun. Kalau gedung lagi dan rumah lagi, semua orang juga melakukan itu, apa asyiknya? Coba pikirkan hal lain deh, dijamin asyik ngerekamnya juga.
  • Pilihan Situasi yang Ekstrim. Haha, gimana rasanya melakukan akad nikah sambil naik roller coaster? Ngerasain arung jeram? Atau di kandang king cobra? Coba saja, cuma saya nggak tanggung jawab sama resikonya, heu…
  • Ambil Paket Spesial dari Kita, Bisa Gratis. Ini yang jadi rahasianya: Kita punya satu paket yang kalau kalian ambil maka kita rela ngerjain dengan gratisan! Begini, kalau paket nikahan yang biasa adalah ngerekam akad nikah dan resepsi saja. Nah paket dari kita adalah: Akad nikah, Resepsi, dan… MALAM PERTAMA

Sayangnya nggak pernah ada yang mau ngambil paket spesial ini… 😀

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Ketika Aku dan Dia Menjelma Diam
FADE IN Sore... maghrib... senja (aku tak mengerti lagi sebutannya). Tiga kali film Jermal ini diputar di ruangan ini, ruangan kayu... aku mendengarnya lewat udara. Ketika itu, ada dia, bernyanyi kac...
Catatan The Raid: Sebaris Bersama Alay
Sebenarnya bukan pilihan saya untuk nonton sendirian ke bioskop, memang rasanya lebih nyaman kalau bareng-bareng biar rame. Tapi kemarin saya terpaksa nonton The Raid sendirian di Ciwalk XXI, soalny...
Dosen Gadungan di UNPAD!
Akhirnya saya bisa merasakan juga jadi dosen. Tepatnya dosen tamu di Fakultas Seni Budaya Universitas Padjajaran. padahal nggak pernah nyangka, mimpi aja nggak berani... soalnya saya kemana-mana cum...
Mudiko Ergo Sum
Sebenarnya, apakah "m u d i k" itu? Apa? Mudiko ergo sum, "saya mudik maka saya ada", begitu? Pulang kampung, maka eksistensi menggelembung? Anda penjual bakso di sekitar Monas, ya...
Nenek Bebek Berkata...
Only boring people get bored! Itu yang nenek bebek pernah katakan, menyebalkan sekali. Perasaan bosan membuat berat semuanya, padahal pekerjaan yang menumpuk (apalagi mengerjakan hobi) harusnya bisa m...
Perpisahan Perlahan atau Perpisahan yang Direncanakan?
Pagi ini, matahari batal terbit. Gerimis dan mendung kelabu mendera waktu sejak saat fajar harusnya ada. Saya merenung memandangi jendela yang berembun, tak tahu apa yang harus dikerjakan. Mendadak te...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

One thought on “Paket Video Wedding: No Way!

  • 17/12/2011 at 12:48
    Permalink

    Boleh tuh tawarannya, seriuss…gw rencana malam pertama ga ngapa2in…mau tidur aja biasa, abisnya kecapean..jadi silakan aja kameramen jagain kamera ya jangan sampe full memory…hihihihi, kita mau tidur nyenyak…zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz..

Leave a Reply

Your email address will not be published.