Nonton “IL POSTINO”: Ide Ceritanya Bagus…

740full-il-postino -the-postman-posterOke, sebelumnya lebih baik kita tahu dulu, siapa itu Pablo Neruda. Menurut catatan sejarah, Pablo Neruda lahir di Parral, sebuah kota sekitar 300 km di selatan Santiago, Chili, 12 Juli 1904 nama aslinya adalah Ricardo Eliecer Neftalí Reyes Basoalto. Beliau adalah salah satu penyair berbahasa Spanyol terbesar pada abad ke-20. Puisi-puisinya berkisar antara tema cinta yang erotik, surealis, epos sejarah, dan puisi-puisi politik, hingga puisi-puisi tentang hal-hal yang biasa, seperti alam dan laut. Novelis Kolombia, Gabriel García Márquez menyebutnya “penyair terbesar abad ke-20 dalam bahasa apapun”. Pada 1971, Neruda dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Sastra.

Pada masa hidupnya, Neruda terkenal karena keyakinan-keyakinan politiknya. Sebagai seorang komunis yang vokal, ia pernah sebentar menjadi senator untuk Partai Komunis Chili di Kongres Chili sebelum terpaksa mengasingkan diri. Sejarah hidupnya panjang, penuh pergolakan, dan lain-lain. Nah, salah satu bagian dari hidupnya adalah ketika dia tinggal di sebuah vila milik ahli sejarah Italia, Edwin Cerio di pulau Capri. Itu terjadi sekitar tahun 1952. Nah, fase itulah yang dijadikan setting waktu film Il Postino.

Film berbahasa Italia dan Spanyol ini disutradarai oleh Michael Radford, dan rilis tahun 1994. Aslinya film ini bersumber dari novel yang terbit tahun 1985, judul novelnya Ardiente Paciencia, atau El Cartero De Neruda, yang ditulis oleh Antonio Skármeta. Tapi ada perubahan nama tokohnya saja, kalau di novel nama tokoh utamanya Mario Jimenez tapi di film namanya berubah jadi Mario Ruoppolo. Lalu istrinya di novel punya nama Beatriz Gonzalez tapi di film namanya jadi Beatrice Russo.

aaa

Ide Cerita yang Bagus
Menurut saya, ide cerita film ini bagus dan sederhana. Ini membuktikan bahwa kadang dari hal-hal kecil yang luput dari pandangan, bisa muncul sebuah cerita yang menarik.

Pokoknya ide dasarnya begini, kalau kita bertemu dengan orang hebat (Neruda orang hebat kan? calon presiden, pemimpin partai besar, pemenang nobel, penulis produktif, dll)… maksudnya, setiap hari ketemu orang hebat yang sama, saking seringnya sampai kita bisa akrab dengan dia. Pasti dalam diri kita bakalan terjadi sesuatu, terjadi sebuah cerita menarik karena tidak mungkin si orang hebat itu tidak menimbulkan efek apapun.

Itulah yang terjadi pada Mario Ruoppolo (Massimo Troisi) si tukang pos yang tiap hari harus nganterin surat ke vila tempat tinggal Neruda di puncak bukit sana, saking terpencilnya sampai-sampai nggak ada alamat lain yang mesti Mario datangi kecuali alamat Neruda ini. Karena seringnya ketemu, akhirnya dalam diri Mario terjadi sesuatu perubahan, baik dari sikap atau pola pikir.

Mau tahu apa perubahannya? mending nonton sendiri saja… 😀

Memang film ini tidak hanya memotret itu saja, ada juga konflik-konflik kecilnya seperti Mario yang beli buku puisi Neruda sampai ngejar tanda-tangan Neruda. Atau bagaimana Mario akhirnya diajarin cara bikin metaphor di puisinya (ini bagus buat mereka yang mau jadi penulis, cara Neruda ngajarin Mario asyik banget), atau gimana proses jadiannya Mario sama Beatrice (Maria Grazia Cucinotta) yang menurut saya cukup unik.

Intinya, memandang potret Neruda dari mata Mario adalah yang bikin film ini beda. Tapi saya cuma merekomendasikan film ini buat teman-teman yang suka film yang agak lambat dan ceritanya serius, plus humor yang kategorinya wit, artinya kudu mikir sedikit supaya bisa paham.

Oh iya, tolong film ini jangan disalahjudulkan dengan film The Postman (Kevin Costner, 1997), kalau yang itu sih ceritanya lain lagi.[]

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Death Bell: Ini Film Slasher Pendidikan?
Film Death Bell dari Korea ini adalah karya Kim Sang Man (ditulis di kotak DVD) atau Yoon Hong-seung (ditulis di situs resminya) yang rilis tahun 2008. Film ini sebenarnya termasuk ke genre slasher. S...
Agni, the Loveable...
Sudah lama nggak ngupdate cewek of the week, alasan pertama karena migrasi server, alasan kedua karena lupa terus! Aduh ini otak memang sudah mendekati pikun. Padahal harusnya ini saya update seminggu...
Rumah Putih #4: Ketika Rok Prisia Tersingkap
Dapatkah seorang aktris menafikan kehadiran orang lain ketika dia dituntut untuk merasa sendiri? Prisia Nasution akan menjawab, “Tidak.” Bermain dalam Gala Sinema SCTV “Cinta tak Pernah Salah”, Prisia...
Alien di Cast Away on the Moon
Hmm, subuh ini perasaan saya lagi rada-rada romantis, gara-gara sambil sahur nonton film Cast Away on the Moon (Hey-jun Lee, 2009). Film ini pernah kesebut waktu saya nulis soal Jung Rye Won—aktris ce...
Film Fantasi dan Fiksi Ilmiah Indonesia: Adakah?
Pertanyaan di atas mungkin sulit dijawab. Di Indonesia, genre film fantasi dan fiksi ilmiah kalah populer dibandingkan drama percintaan dan tema horor-mistik. Mungkin lantaran biaya produksi film fant...
Pagi Ini, Iman Saya Sedikit Goyah
Pagi ini, saya mendapat info kalau lagi- lagi ada satu novel milik teman saya yang difilmkan. Setelah Desi Puspitasari yang “nyaris” sama-sama tumbuh bareng di dunia menulis ternyata bisa (duluan) mer...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

One thought on “Nonton “IL POSTINO”: Ide Ceritanya Bagus…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *