Death Bell: Ini Film Slasher Pendidikan?

Death_Bell_film_posterFilm Death Bell dari Korea ini adalah karya Kim Sang Man (ditulis di kotak DVD) atau Yoon Hong-seung (ditulis di situs resminya) yang rilis tahun 2008. Film ini sebenarnya termasuk ke genre slasher. Sebelum lanjut kita lihat dulu apa itu film slasher:

Menurut definisinya :
film slasher adalah turunan dari film horor yang biasanya berisi seorang pembunuh psikopat yang memburu dan membunuh korbannya dengan cara-cara yang brutal, seringnya dengan alat-alat tajam seperti pisau atau kapak.

Setelah membaca definisi tadi,  bisa dibayangkan dong, apa yang akan disajikan dalam film Death Bell? ya lengkap lah… di sini kita bisa lihat adegan para korban yang mati digantung, badannya disayat-sayat, dimasukin ke mesin pengering cucian sampai kepalanya pecah, ditenggelamkan di akuarium, atau “hanya sekedar” sekujur badan dan muka ditetesin lilin.

Pertama kali saya lihat poster film ini pas nonton di Blitz. Pengen nonton sih, tapi waktu itu duit sudah habis, jadi pulang saja. Lalu sempat lupa beberapa lama, sampai akhirnya waktu main ke tukang DVD langganan, saya nemu lagi film ini.

aaa

Rangking Satu Kadang Membahayakan, hehe…
Ceritanya sih sederhana, ada sebuah sekolah yang lagi pada liburan setelah ujian akhir. Kebetulan ada sekelompok (dua puluh) pelajar yang pinter-pinter lagi ikut kelas tambahan dan ga boleh liburan, nah ketika kelas itu sedang berlangsung, mulailah terjadi pembunuhan berantai yang ternyata berkaitan dengan peringkat. Maksudnya, siswa yang peringkat satu dapat giliran pertama dibunuh, dan seterusnya (untung pas sekolah dulu, saya ga pernah peringkat satu, paling pol peringkat sembilan! dulu sih sering dimarahi ortu gara-gara fakta itu, tapi mungkin nanti saya harus ajak ortu nonton film ini, biar ortu tahu bahwa peringkat satu kadang membahayakan nyawa)

Lantas  apa yang menarik? awalnya saya nyangka ini plotnya macam film Saw (James Wan, 2004) versi Korea, karena setiap ada satu anak hilang langsung muncul teka-teki, dan seperti biasa teka-teki ini berkaitan sama alasan si pembunuh melakukan kejahatan, dan seperti biasa (mungkin supaya bikin tegang) setiap teka-teki itu pasti cuma telat lima detik, dan korban keburu mati.

Tapi ternyata nggak, kesamaan film ini dengan dengan Saw cuma pas teka-tekinya aja. Sisa film berjalan sendiri dengan cerita sendiri. Yah sebenarnya ketika saya sudah nonton setengah lebih sedikit, saya ngerasa cerita film ini jadi biasa saja, nggak ada yang wah (itu juga komentar teman saya, Adis, yang hobinya nonton slasher dan nggak suka film romance, dasar orang aneh!)

Death_Bell-006
I-na (Nam Gyu-ri), nama panggilannya ayang #EH

aaa

Slasher Pendidikan?
Yang menarik, ternyata unsur pembunuhan di film ini ada kaitannya dengan pengaturan nilai, orang tua yang nyogok pihak sekolah supaya nilai anaknya naik, dan kekecewaan kiri kanan tentang nilai yang nggak adil (tuh, buat ortu yang biasa nyogok kepsek buat ngatrol nilai anak, hati-hati aja… udah ada filmnya lho!). Apalagi saya nontonnya pas lagi jaman pengumuman UN, jadi rasanya momen ini pas banget. Sampai-sampai teman saya usul, harusnya film ini jadi film wajib pas tanggal 2 Mei.

Di luar itu… ternyata ada juga hal yang bikin saya mikir bahwa Death Bell termasuk film yang menarik, sayangnya itu baru muncul di akhir, tepatnya scene terakhir dan pas ada stingers (klip pendek yang muncul di antara credit title)

Kalau yang mau tahu kenapa dua hal itu jadi menarik, silahkan nonton sendiri, saya cuma mau cerita bahwa di scene terakhir tokoh I-na (Nam Gyu-ri) melihat monitor pengumuman yang memuat fakta bahwa dialah siswa peringkat pertama, padahal dia tadinya peringkat lima kalau ga salah… (ya iya lah, empat orang di atas dia sudah mati semua sih). Nah setelah itu dia berbalik, menoleh ke arah kamera, dan scene berakhir.

Itu buat saya menarik, mengingat di scene-scene awal I-na ini sempat diserang oleh satu murid yang bisa ngelihat hal-hal gaib, sepertinya si murid ini tahu sesuatu. Jadi apakah memang pembunuhan ini diatur oleh I-na supaya dia bisa peringkat satu? atau alasan lain?

Lalu yang stinger? haha… ini yang paling asyik… pernah ngebayangin ada seorang pembunuh berantai yang membunuh korban pertamanya, lalu kematian si korban itu dijadiin poster gede, lalu dia duduk sambil makan kimchi di depan poster itu ditemani istrinya?

Stinger paling serem yang saya tahu…[]

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Meneliti Industri Film Porno (Asia & Indonesia)
Tanpa bermaksud mengesampingkan negara lain, bila bicara film porno Asia maka negara Jepang lah yang perlu dikedepankan. Ternyata era industri film porno Jepang (biasa disebut JAV atau Japan Adult Vid...
Menanti Islami Asli, Bukan Adaptasi
Dalam sebuah wawancara, Joko Anwar pernah mengatakan bahwa dalam membuat film, sutradara di Indonesia terbagi dua yaitu sutradara for hire dan sutradara yang memiliki something to say. Sebenarnya “Gel...
Basic Instinct Itu Menyehatkan Mata
Karena saya lagi nulis novel yang ada unsur psikopatnya, maka saya merasa wajib nyari banyak literatur soal kehidupan seorang psikopat. Kalau dari baca buku sudah, e-book novel soal pembunuhan numpuk ...
Menafikkan Riset, Membuang Penonton
Dalam sebuah wawancara yang dimuat di media online (maaf kalau linknya sudah rusak, soalnya sudah lama, tapi kalau tidak salah ada di website SWA, langsung diklik aja buat yang penasaran), ada pernyat...
Chef: Hidup Kita di Tangan Kita
Saya baru selesai nonton film Chef (Jon Favreau, 2014), inti ceritanya soal seorang juru masak profesional di sebuah restoran ternama yang mengalami konflik hebat dengan seorang kritikus makanan—dan t...
Tomorrow I Will Date With Yesterday's You
Sudah lama saya merasa tidak ingin menulis tentang film. Sejak memutuskan untuk pensiun dari dunia film dan konsen di dunia menulis, intensitas saya menonton film menurun drastis. Apalagi memang dulu ...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

Leave a Reply

Your email address will not be published.