Katanya: Korean Kill Bill

the-city-of-violence-movie-poster-2006-1020480883Saya mau ngomongin film yang judulnya “The City of Violence”. Kenapa? karena setelah nonton, saya berpikir… “aneh juga, film segini bagus kok baru sekarang sampai ke Indonesia? padahal di Korea sana sudah rilis dari tahun 2006”.

Kenapa saya bilang bagus? hmm, gini aja deh… dengan memasang tagline “Korean Kill Bill” maka secara otomatis membuat film karya sutradara Ryu Seung Wan ini harus siap dibandingkan dengan film Kill Bill besutan Quentin Tarantino, dan memang ketika sudah ditonton rasanya memang layak dia pasang tagline yang agak “kurang ajar” seperti itu, heu…

Ceritanya sih sederhana, ada lima orang yang temenan dari remaja : pemimpinnya bernama Wang Jae, kakak beradik Dong Hwan dan Seuk Hwan, Tae Soo terus yang paling muda namanya Pil Ho. Pokoknya cerita itu mengisahkan Pil Ho jadi penjahat, terus dia bunuh dua temannya yang lain, hingga tinggal nyisa Tae Soo dan Seuk Hwan. nah kedua orang yang nyisa itulah yang nuntut balas.

Secaragaris besar, ini adalah film laga… artinya ya 70% isinya berantem, yang aling epic adalah scene berantem di bagian akhir–waktu mereka berdua nyerang markas Pil Ho–karena menurut saya scene itu bergaya Kill Bill banget.

Nah, kalau yang pernah nonton Kill Bill pasti ingat adegan waktu The Bride (Uma Thurman) nyerang markas O-Ren Ishii (Lucy Liu), dan harus berantem lawan Gogo Yubari (Kuriyama), Sofie Fatale (Julie Dreyfus), dan Johnny Mo (Gordon Liu). Pasti masih kebayang dong berapa banyak darah yang keluar, berapa banyak kaki yang putus di adegan itu? Meski rada-rada mirip tapi ada beberapa keunikan yang membuat film ini “beda” dari Kill Bill…

  • Adegan berantemnya bukan pakai samurai, tapi pakai pisau dapur! kebayang nggak sih kalau ada adegan berantem 100 orang tapi pakai pisau dapur? dijamin ada pemandangan pertarungan dengan jarak sangat dekat, seru deh…
  • Tae Soo dan Seuk Hwan itu digambarkan sebagai “manusia biasa” artinya mereka bisa luka, cape, berdarah, sakit, dsb… bahkan Tae Soo itu pahanya sampai harus dibalut karena lukanya dalam banget, beda sama The Bride yang hampir nggak kesentuh meski ada 100 orang ngepung dia… The Bride itu digambarkan seperti Dewa…
  • Sebagai mantan atlit Tae kwon Do, saya girang waktu ngeliat seluruh adegan berantem di sini dari awal sampai akhir pakai jurus Tae kwon Do semua… memang film Korea sih ya?
  • Banyak kelompok berandal yang unik di sini, antara lain kelompok BMX, Yoyo, Hoki dan Baseball yang kemana-mana bawa-bawa peralatan khas mereka, ini juga yang bikin film ini unik
  • Yang terakhir… ini film cowok, jadi tokoh cewek hampir nggak diekspose di sini. nggak tahu ya… rasanya nyaman aja nonton film yang tipenya begini…

Makanya nggak terlalu rugi deh nontonnya, cuma ya itu sayang banget kok masuknya ke Indonesia telat… apa mungkin orang-orang Korea mikir begini : “Ah, nggak usah deh kita perbanyak buat dijual di Indoenesia… nanti juga lama-lama orang sana ada yang ngebajak film ini…”

Mungkin aja ya?[]

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

Quarantine, Film Yang "Agak Nendang"
Awalnya saya dijebak sama temen di kantor, dia bilang punya film bagus dan habis kerja ngajak nonton, akhirnya pas kerjaan beres jam 4 sore, saya bela-belain nggak pulang, nungguin dia yang lagi ada u...
"The Maiden Heist", Film Komedi Para Senior
Film ini genrenya komedi ringan, disutradarai sama Peter Hewitt, rilis tahun 2009. Dari pertama lihat covernya, saya sudah yakin kalau filmnya jaminan mutu meski nggak tahu juga mutunya setinggi apa, ...
Basic Instinct Itu Menyehatkan Mata
Karena saya lagi nulis novel yang ada unsur psikopatnya, maka saya merasa wajib nyari banyak literatur soal kehidupan seorang psikopat. Kalau dari baca buku sudah, e-book novel soal pembunuhan numpuk ...
[Rumah Putih #2] Singkong di Paha Lasmini
Lasmini tersenyum. Dia terus berjalan, seolah tak menyadari puluhan pasang mata yang mengawasinya dari semak dan rerimbun tegalan. Di ujung jalan, langkahnya berhenti, dan sambil membusungkan dada, ...
Subang: Bicara Film & Kehujanan
Subang adalah sebuah tempat yang sejak SD gue definisikan sebagai: daerah dengan sungai paling jernih dan ditempuh sambil menikmati pemandangan yang sempurna. Itu memori gue tentang Subang, yang kemar...
Soal Musik dan Bayaran
Kemarin saya nonton film Bean (Mel Smith, 1997) di TV. Kalau ada yang pernah nonton film ini, tentu ingat scene ketika Mr Bean dan David Langley pulang jalan kaki sambil mabok. Disana mereka nyanyi (d...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

Leave a Reply

Your email address will not be published.