One Big Pack

Untuk kategori mamalia manusia, perut saya termasuk buncit berukuran di atas rata-rata. Aneh, soalnya saya nggak minum bir, nggak merokok, bahkan saya juga nggak suka melanggar ma lima atau lima hal terlarang dalam pemikiran Jawa, yaitu: madat (nenggak ecstasy sampai tepar), madon (jadi langganan Saritem, Sarkem, atau Dolly), minum (Topi Miring atau Jack Daniels?), main (judi di Christmas Island), dan maling (yang paling ngentrend ya, korupsi).

Akhirnya, saya sering merasa kalau perut buncit adalah kutukan atau karma! Pertanyannya: apa sih yang sudah terjadi—baik di kehidupan sekarang atau kehidupan masa lalu—sampai saya dapet perut off-side kaya begini? Karena perasaan saya sudah jadi orang baik, sampe ma lima juga saya jauhi (eh… bentar dulu… kalau ngeliatin gambar Sora Aoi nggak pake baju masuk yang mana ya? Nggak ada kan? Jadi boleh kan? kan? kan? Lagipula masa perut ini buncit cuma gara-gara ngeliatin gambar artis bokep Jepang? Duh, nggak elit banget!)

Awalnya emak saya lah yang dari dulu ribut pengen anaknya gendut. Pasalnya waktu bayi, saya termasuk bayi obesitas sehat. Bayi yang di poster no problem sih nggak ada apa-apanya dibanding saya pas bayi! bayangin saja waktu umur saya sebelas bulan berat badan sudah sampai delapanbelas kilo. Beneran!

Saya mulai merambah dunia kekurusan sejak SD, mungkin karena beban pelajaran sama aktifitas (cieee, sok gaya! Padahal aktifitas saya waktu SD perasaan cuma maen nintendo tiap hari di rumah tetangga.) Sejak itu saya susah gemuk. Apalagi dari SMA saya sudah jadi anak kost yang otomatis duit makan serba kurang. Pokoknya saking susahnya saya gemuk, sampai-sampai satu saat ketika saya mudik, emak mendadak nyeret saya ke lab buat cek darah, dia curiga saya suka pake narkoba. (Buset mak, ngerokok aja nggak! Boro-boro menghirup heroin, rekor saya paling top cuma menghirup asap knalpot sama asap obat nyamuk!)… ya dan memang darah saya bersih (Ternyata asap obat nyamuk dan asap knalpot nggak meninggalkan jejak di dalam tubuh). Sejak itu emak percaya bahwa anaknya yang ganteng ini memang sudah bakat nggak bisa gemuk. Kegemukan waktu kecil dianggapnya suratan takdir, sementara kondisi saya yang kurus dianggapnya nasib tak terelakkan!

Nah ternyata saat ini pas saya jadi editor film… keinginan emak terwujud. Berat badan saya naik! Kok bisa? Ya bayangin aja, kalau kerjaan lagi banyak, saya bisa lima belas jam di depan komputer, dan badan saya pun punya kebijakan ketat: Kalau mulut lagi nggak dipake, maka perut harus diisi! Maksudnya, Saya suka ngemil… dan kalaupun ada faktor yang bisa mencegah saya ngemil, yaitu saya harus ngomong, tapi kan malah jadi aneh kalau sepanjang ngedit saya ngoceh terus, makanya saya harus ngemil… kebolak-balik lah pokoknya!

Nah, ngemil sambil duduk ngedit ternyata bikin berat badan saya naik. Pokoknya pas sebelum jadi editor film, kisaran berat badan saya ada di angka lima puluh tujuh, sementara sekarang ini ada di angka enam puluh satu, bahkan pernah sampai enam puluh lima.

Masalahnya dimulai dari sini… ternyata badan saya bermetamorfosis ke arah yang tidak semestinya. Jadi bagian tubuh yang seharusnya melar malah ramping sementara bagian tubuh yang harusnya ramping malah melar. Yang paling parah ya perut, alih-alih pengen six pack, sekarang perut saya malah one big pack.

Akibat perut melebar ke depan gini, ada rasa minder tiap kali ketemu cewek cakep (kantor saya deket kampus yang ceweknya cakep-cakep! Beneran, kayaknya tes masuk kampus itu diabaikan kalau kalian adalah cewek cakep.). Apalagi suka ada saja manusia iseng yang nanya beberapa hal nggak penting, antara lain:

  • Sudah berapa bulan kandungannya? (Manusia yang kurang ajar adalah yang nanya begini sambil ngelus-ngelus perut!)
  • Kok pantat sama perut lu sama ya gedenya? (Nggak tahu, pantat ini juga gede, mungkin melebar gara-gara sering duduk kelamaan.)
  • Lu pasti nggak bisa tolak pinggang, pinggang lu kan hilang! (Memangnya keperawanan bisa hilang!)
  • Boker sana gih! Biar kosong tuh perut… (Lah, dikiranya perut ini gudang tinja kali ya?)
  • Lu jadi kaya om-om senang, bagi cewek dong yang tarifnya murah aja! (Sialan, dikira mucikari! Memangnya mucikari perutnya buncit apa?)

Sedih banget punya perut buncit di usia kepala dua (Jangan nanya ekornya! Nggak akan dijawab!). Banyak yang nyuruh fitness, tapi nggak deh. Selain harus bayar, saya sering ngerasa peralatan di sana dirancang tanpa buku manual yang nggak sesuai dengan manusia dengan kapasitas otak seperti saya. Jadi yang saya sudah lakukan adalah beberapa hal ringan: seperti seminggu tiga kali naik sepeda dari rumah ke kantor (satu jam lebih dikit lah, jaraknya hampir tujuh kilo gram meter), terus saya juga ngebanyakin jalan kaki untuk rute jarak deket.

Bahkan saya kemarin sampe beli teh cina yang katanya bisa buat ngecilin perut, teh ini belum diminum sampe sekarang, soalnya ada beberapa keterangan di brosurnya yang bikin saya takut, misalnya:

  • 2-3 hari pertama, anda akan merasa mulas dan BAB 5 kali sehari. Oh man, saya nggak tahu orang gila mana yang mau perutnya merasa mules dan pup lima kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Apalagi kalau pupnya disesuaikan dengan jadwal shalat, ini bisa sangat menyebalkan! Nggak asyik banget kalau dalam hidup saya terjadi dialog seperti ini: Lu mau kemana? / Pup! / Kan tadi sudah? Baru juga setengah jam / Tadi pup maghrib, sekarang pup isya!
  • Diminum sebelum tidur sehingga pagi hari anda akan lancar BAB. Ini adalah aturan yang paling harus diwaspadai karena defnisi tentang jam tidur dan waktu pagi seseorang kadang bisa berbeda satu sama lain. Saya yakin teh cina ini mengikuti jadwal si pembuatnya dan saya haqqul yakin pembuat teh cina ini bukan editor film! Soalnya saya biasa begadang, jadi buat saya jam tidur itu adalah jam satu (kalau ngantuk banget sih paling jam sebelas) dan pagi-pagi saya adalah jam sembilan. Sekarang bayangkan andai teh ini diatur untuk menerjemahkan bahwa waktu pagi adalah jam enam. Maka saya akan dengan lancar pup tepat jam enam dan ketika itu saya masih tidur!
  • Apabila anda mengalami BAB berlebihan sebaiknya hentikan pemakaian atau kurangi dosis. Ini juga meragukan, definisi pup berlebihan adalah: … Semua orang juga punya definisinya masing-masing. Mungkin pembuat teh cina ini harus menyertakan bonus penggaris di setiap kemasan hingga aturan pakainya adalah “Apabila feses anda sudah setinggi lima centimeter dan anda masih juga ngeden, sebaiknya hentikan pemakaian atau kurangi dosis.” Nah, itu kan lebih memudahkan.

Yah memang sepertinya saya harus terus rela memilki perut buncit di usia muda belia (halah lebay!). Saya nggak nyalahin profesieditor film, tapi memang setelah gue kenal sama lu, gue jadi orang yang beda *AADC mode on setelah jadi editor film saya jadi punya kebiasaan yang bikin perut buncit. Saya anggap itu resiko pekerjaan, meski tetep saja saya pengen perut ini mengecil, nggak six pack pun nggak apa-apa lah, yang penting rata. Bisa nggak ya?[]

aaa

aaa

Share This:

Related posts:

That's Right, Mr Formichetti!
Hal yang paling saya pelajari dari sosial media adalah: Saya diajari menipu diri. Ini seriusan, sejak awal tahun 2015 intensitas saya menulis status di sosial media menurun drastis, bisa seminggu sek...
Pustun
Pada suatu pagi seorang gadis terbangun dan mendadak ingin sekali menjadi pustun. Keinginan itu berdentam-dentam dalam otaknya, membuatnya sangat gelisah dan berkeringat dingin. Rasanya jantungnya ber...
Filsafat Itu Seperti Pornografi
Seorang teman menulis status Facebooknya, statusnya tidak penting. Tapi dibawahnya ada 70-an komentar, yang salah satunya cukup mengganggu saya karena isinya: "Makanya jangan belajar filsafat, ka...
Hewan Juga Homo
Saya bukan gay, saya juga nggak pro LGBT (karena buat saya, lawan jenis masih "tampak" lebih mengenyangkan #EH). Tapi disini saya cuma ingin meluruskan saja, khusus untuk teman-teman yang su...
Sahabat Museum, Menghangatkan Museum
Bila kita mendengar kata “museum”, biasanya pikiran kita langsung terasosiasi pada sebuah bangunan besar, luas, bernuansa temaram, dingin, dan sepi. Gambaran ini tidak terlalu mengherankan karena pada...
Modal Penting Mencari Kerja
Pada suatu hari di grup alumni STM, ada satu orang teman yang mempost seperti ini: Temans… barangkali punya info lowker di bdg atau lg membutuhkan tenaga kerja di bdg lulusan SMA, pria, jujur, ulet…  ...

SiHendra

Novelis. Editor Film. Sutradara. Blogger. Diam-diam suka sama Raisa. Penggemar Nasi Goreng. Paling benci dibilang cerewet dan disuruh diem.

One thought on “One Big Pack

  • 04/11/2011 at 13:08
    Permalink

    hahahahahha…Jay, tuh nonton sora aoi dan kawan-kawan yang bikin one big pack, kebanyakan nongkrong depan komputer, mata melotot, kaki ga mau jalan2 apalagi lari2 kecil…hihihihi

Leave a Reply

Your email address will not be published.